Breaking News:

Monas Dijaga Ketat karena Temuan Es Teh Manis dari Air Got

Pemerintah Kotamadya Jakarta Pusat pun memperketat penjagaan serta pengawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) saat ini.

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Dwi Rizki
Asisten Perekonomian Keuangan dan Administrasi Jakarta Pusat, Sulastri Gultom. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Temuan es teh manis milik S (Suyanto-red) (44) seorang pedagang es teh manis yang diduga dibuat dengan menggunakan air kotor yang berasal dari saluran air peron Stasiun Gambir di Silang Timur Monas, tepatnya seberang Masjid Istiqlal pada Kamis (10/3) kemarin petang disesalkan seluruh pihak.

Pemerintah Kotamadya Jakarta Pusat pun memperketat penjagaan serta pengawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) saat ini.

'Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali', ungkapan tersebut mungkin dapat menggambarkan pengungkapan kasus dugaan penggunaan air kotor yang dilakukan oleh S, warga Pintu Air III Jalan Djuanda, Pasar Baru, Gambir, Jakarta Pusat oleh Satpol PP Jakarta Pusat.

Karena apabila dibiarkan, dikhawatirkan pengunjung Monas yang mengkonsumsi es teh manis milik dapat terserang diare ataupun keracunan.

Terkait hal tersebut, Asisten perekonomian Keuangan dan Administrasi Jakarta Pusat, Sulastri Gultom menyampaikan akan memperketat penjagaan dan penempatan petugas Satpol PP pada setiap lokasi rawan aktivitas PKL.

Langkah tersebut dipilihnya untuk mencegah kembali terjadinya pelanggaran hukum oleh PKL lainnya seperti yang dilakukan oleh S.

"Dia (S-red) nampung air kotor dari PJKA (Stasiun Gambir-red) dan itu menjijikan. Saya menghimbau agar warga berhati hati dan jangan pernah lagi membeli dagangan PKL karena itu sama saja mendukung keberadaan mereka. Karena itu, kita akan terus melaksanakan pengawasan ketat terhadap pedagang untuk melindungi masyarakat," ungkapnya kepada Warta Kota, Jumat (11/3).

Seperti diketahui sebelumnya, pengamanan sekaligus pengawasan ketat yang dilakukan Satpol PP Jakarta Pusat terhadap keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat berbuntut panjang. Sejumlah pedagang, khususnya pedagang minuman diduga menghalalkan segala cara untuk menyelundupkan barang dagangannya ke dalam Monas, termasuk dugaan menggunakan air kotor yang berasal dari saluran air yang berasal dari peron Stasiun Gambir.

Dugaan tersebut dibuktikan lewat penangkapan seorang pedagang es teh manis berinisial S (Suyanto-red) (44) warga Pintu Air III Jalan Djuanda, Pasar Baru, Gambir, Jakarta Pusat oleh anggota Satpol PP Jakarta Pusat pada Kamis (10/3) petang. S yang diamankan di Silang Timur Monas, tepatnya seberang Masjid Istiqlal pada sekira pukul 16.00 WIB diduga menggunakan air kotor tersebut untuk meracik es teh manis yang dijualnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya segera mengamankan S berikut barang bukti berupa es teh manis sebanyak dua belas gelas siap konsumsi. S pun dibawa ke Mapolsek Gambir untuk menjalani pemeriksaan lantaran diduga menyalahi peraturan sesuai dengan Pasal 62 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta Pasal 135 dan Pasal 140 UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan. (dwi)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved