Breaking News:

Gerhana Matahari

Tidak Dapat Kacamata, Warga Manfaatkan Film Bekas Rontgen untuk Lihat Gerhana Matahari

Jika tidak memiliki kacamata, bisa menggunakan film bekas rontgen.

Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Acep Nazmudin
Warga berbodong-bondong saksikan gerhana matahari. 

WARTA KOTA, MENTENG -- Berbagai cara dilakukan oleh warga untuk dapat menyaksikan fenomena gerhana matahari.

Untuk melihat gerhana matahari tidak boleh dengan mata telanjang, disarankan harus menggunakan kacamata khusus.

Bagi yang memiliki kacamata bisa leluasa melihat gerhana matahari, selama obyek tidak terhalang apapun.

Namun, bagi yang tidak memiliki kacamata, bisa menggunakan film bekas rontgen seperti yang dilakukan oleh Magnalena Feronika (26) saat dia datang ke Planetarium, Taman Ismail Marzuki.

Magnalena sengaja datang ke TIM membawa film bekas rontgen miliknya saat tahu kacamata gratis yang disediakan oleh pengelola Planetarium habis diserbu pengunjung yang datang lebih awal.

"Kebetulan saya denger di radio kalau film rontgen bisa buat lihat gerhana matahari," kata Magnalena kepada Warta Kota, saat menyaksikan gerhana matahari di halaman Teater Jakarta, TIM, Rabu (9/2/2016).



Film bekas rontgen gigi yang dibawa oleh Magnalena, bukan hanya digunakan oleh Magnalena sendiri, ukurannya yang besar mengundang penasaran orang lain yang menghampirinya untuk mencobanya.

"Boleh bu sini lihat, ayo sini pak, perhatikan sebelah sisi ujung sini ya," kata Magnalena menawarakan ke orang lain untuk melihat gerhana melalu film bekas rontgennya.

Sontak tawaran Magnalena, mendapat sambutan dari warga yang memang banyak tidak kebagian kacamata gerhana dari planetarium.

Satu persatu warga bergantian mencoba film bekas rontgen milik magnalena.

"Oh begini ya bentuknya, kayak potongan melon," komentar seorang warga saat melihat detik-detik gerhana matahari dari balik film bekas rontgen.

"Jangan lihat giginya bu, tapi lihat mataharinya," celetuk warga lain.

Bukan hanya film bekas rontgent, beberapa warga lain menggunakan botol kosong bekas minuman berwarna biru yang di belah sedemikian rupa hingga bisa dipakai untuk melihat gerhana.



Beberapa warga lain bahkan harus berbagi kacamata khusus dengan membelahnya menjadi dua bagian.

"Sebelah-sebelah mas sama anak saya, yang penting bisa lihat," kata Utari, Warga Rawasari, Jakarta Pusat.

Untuk mengakomodir warga yang akan menyaksikan gerhana matahari, pihak Planetarium juga menyediakan delapan buah teleskop yang disedian di halaman depan dan belakang planetraium.

Namun untuk menggunakan teleskop juga tidak bisa langsung meneropong dengan mata telanjang, alhasil warga hanya melihat gerhana matahari melalui smartphone dengan menempelkan lubang kamera ke teleskop.

"Agak burem sih, susah juga ngaturnya, tapi daripada gak lihat sama sekali gak apa-apa deh udah panjang ngantri juga," kata Sarah (26) warga yang datang dari Slipi, Jakarta Barat.

Ribuan warga yang datang ke Planetarium sangat antusias untuk menyaksikan gerhana matahari total yang terjadi tidak setiap tahun itu.

Sejak dini hari, kawasan TIM telah diserbu warga hingga menyebabkan kemacetan sepanjang jalan Cikini Raya.

Pengunjung yang datang bukan hanya warga Jakarta, tapi juga terdapat beberapa turis dari negara lain yang sengaja datang untuk melihat gerhana matahari.

"Saya sengaja datang ke Indonesia bertepatan dengan momen gerhana matahari, karena ini sangat spesial, kebetulan saya dapat info kalau gerhana matahari bisa disaksikan di sini (Planetraium)," kata Scott (28) turis asal Irlandia.



Sayang, Scott datang ke Planetarium sekitar pukul 06.30 WIB, alhasil dia tidak kebagian kacamata yang telah ludes sejak setengah jam lalu.

Meskipun demikian, Sott bersama warga lain masih bisa menyaksikan gerhana melalui live streaming dari Palu dan Bangka Belitung yang disediakan di lobby Planetarium.

Live streaming tersebut setidaknya bisa membuat sebagian pengunjung yang kecewa tidak kebagian kacamata merasakan sensasi melihat gerhana matahari. (Acep Nazmudin)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved