Pekan Imunisasi Nasional Polio Digelar di Palmerah
Imunisasi polio sangat penting untuk memberi perlindungan pada anak agar tidak tertular penyakit polio
WARTA KOTA, PALMERAH - Acara Pekan Imuniasasi Nasional (PIN) digelar di Posyandu Sari Mutiara II, RW 12 Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat pada Selasa (8/3/2016). Pencanangan PIN ini dihadiri oleh Camat Palmerah beserta jajarannya, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Dokter Puskesmas Palmerah, Asisten Wali Kabag Kesra Kota Jakarta Barat, Kapolsek Palmerah dan Danramil.
"Pencanangan PIN polio ini diadakan mulai tanggal 8 - 15 Maret 2016. Saya berharap seluruh warga yang mempunyai balita agar datang ke Pos PIN untuk mengikutsertakan anaknya dalam imunisasi polio ini," ujar Camat Palmerah, Zery Ronazy saat ditemui di Posyandu Sari Mutiara 2 Palmerah, Jakarta Barat pada Selasa (8/3/2016).
Pada hari pertama PIN Polio 2016 di Palmerah, dilakukan imunisasi polio kepada 180 anak di Posyandu Sari Mutiara 2. Selain mendapatkan imunisasi polio, setiap anak juga mendapatkan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dari panitia PIN Polio Palmerah.
"Imunisasi polio sangat penting untuk memberi perlindungan pada anak agar tidak tertular penyakit polio," ucap bagian dari Promkes Puskesmas Palmerah sekaligus panitia acara, Ary.
Ary memaparkan sebenarnya Indonesia telah berhasil menerima sertifikat bebas polio bersama dengan nagara anggota WHO di South Asia Region (SEAR) pada bulan Maret 2014. Untuk mempertahankan keberhasilan tersebut dan untuk melaksanakan strategi eradikasi polio di dunia, Indonesia melakukan beberapa rangkaian kegiatan yaitu Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, penggantian vaksin trivalent Oral Polio Vaccine (tOPV) ke bivalent Oral Polio Vaccine (bOPV) dan introduksi Inactived Polio Vaccine (IPV). Pada akhir tahun 2020 diharapkan penyakit polio telah berhasil dihapus dari seluruh dunia.
Data dari surveilans APF tahun 2011 sampai 2014 menunjukkan bahwa 20% kasus non APV tidak mendapatkan imunisasi polio lengkap. Gambaran ini serupa dengan keadaan pada tahun 2005 pada saat terjadi KLB polio di Indonesia. Selain itu, berdasarkan penilaian resiko yang dilakukan oleh WHO tahun 2011 sampai 2014, Indonesia dinyatakan beresiko tinggi terhadap importasi virus polio dan komite Penasehat Ahli Imunisasi (ITAGI) merekomendasikan Indonesia untuk melaksanakan kegiatan PIN Polio.
Kompas Gramedia melalui Corporate Social Responsibility (CSR) memberikan dukungan terhadap Puskesmas Palmerah agar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dapat terlaksana dengan lancar di Kecamatan Palmerah. Di wilayah kecamatan ini setidaknya terdapat 114 Posyandu yang menjadi Pos PIN.
"Adanya dukungan dari CSR Kompas Gramedia ini diharapkan dapat turut menyebarluaskan informasi tentang pentingnya manfaat imunisasi polio bagi anak-anak di Palmerah," kata Ary.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160309-imunisasi_20160309_013735.jpg)