Gerhana Matahari

JK dan Slank Menambah Sensasi Gerhana Matahari di Palu

Kemeriahan untuk menyaksikan langsung gerhana matahari di Palu semakin lengkap dengan adanya hiburan dari Slank dan hadirnya Wakil Presiden Jusuf Kall

JK dan Slank Menambah Sensasi Gerhana Matahari di Palu
Tribunnews.com
Wapres Jusuf Kalla ikut menyaksikan secara langsung gerhana matahari di Palu. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kehebohan untuk menyaksikan gerhana matahari secara langsung di Palu semakin meriah dengan kehadiran Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Kemeriahan semakin bertambah dengan adanya hiburan yang dipertunjukkan oleh Slank.

Nonton bareng Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 di Palu, Sulteng juga tidak kalah heboh. Bukan hanya karena aksi panggung Slank yang ditonton ratusan ribu pasang mata, tetapi juga banyak figur publik yang tumplek blek ke sentra pulau Celebes itu.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang lahir di pulau berbentuk huruf K itu juga hadir di sana. 
Orang nomor dua di pemerintah RI itu memilih Palu sebagai lokasi untuk mengintip gerhana di sana, sekaligus meresmikan monumen GMT yang dibangun di area Anjungan Nusantara Pantai Talise, Teluk Palu.
Tugu setinggi delapan meter tersebut dibangun 2016 dengan bentuk matahari di puncaknya, sekaligus menjadi lokasi utama pengamatan GMT. 
Ada satu tokoh lagi yang hadir dan bertemu dengan Jusuf Kalla adalah Kupper.
Seorang astronot asal Belanda, yang pernah ke bulan, yang ikut menonton gerhana matahari total di Palu. Ia datang dari negaranya di Belanda sejak 2 hari yang lalu khusus untuk menikmati fenomena super langka ini.
"Bulan dari sini terlihat sama dengan bulan yang pernah saya injak," katanya di lapangan Kotapulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu. 
Kupper merupakan anggota European Space Agency.
Ia mengaku, pernah ke bulan pada tahun 2004 dan 2012.
"Tahun 2004, ke bulan, 11 hari dan 2012, selama 193 hari," katanya.
Palu juga mendapatkan kehormatan dihadiri salah satu petinggi tanah air. 
Kupper sempat berbicara akrab dengan Wapres Jusuf Kalla dan menceritakan pengalamannya di bulan.
Baginya, melihat bulan dalam gerhana matahari dari Palu sama fantastisnya dengan menginjaknya secara langsung.
Kupper mengatakan, dia pernah mengunjungi Indonesia namun belum pernah ke Palu.
Ia beberapa kali ke Bali, Lombok, Pulau Komodo dan Jawa. Ia memilih Palu karena durasi gerhana matahari total cukup lama yakni 2 menit 23,5 detik.
Gerhana matahari di Palu mulai terlihat sejak pukul 07.27.50 Wita hingga 08.38.46 Wita. Gerhana matahari total akan terlihat selama 2 menit 23,5 detik.
Seperti diketahui, GMT 2016 membawa berkah tersendiri bagi warga yang wilayahnya dilalui fenomena langka itu.
Salah satunya, ribuan wisatawan menyerbu Palu, Sulawesi Tengah untuk menyaksikan gerhana matahari total.
Akibatnya, hotel dan homestay ludes di-booking.
Tak mau kehilangan akal dan memanfaatkan momen ini, sebagian warga Palu menawarkan ke beberapa wisatawan untuk menginap di rumah-rumah mereka.
Penawaran ini dilakukan kepada para turis yang sudah tiba di Palu, ataupun yang bekerjasama dengan pihak hotel.‎
Sekadar informasi, puluhan ribu pengunjung dari dalam dan luar negeri ikut menyaksikan GMT di Sulawesi Tengah pada hari ini.
Wajar jika semua hotel penuh sesak di kota itu.‎
Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved