Gerhana Matahari

Diana Kaget Lumba-Lumba Sejenak Diam, Saat Gerhana Matahari

Lumba-lumba yang terdiam sejenak di dasar kolam.

Warta Kota/vini rizki amelia
Ilustrasi. Lumba lumba. 

WARTA KOTA, PENJARINGAN -- Siswi kelas III Sekolah Rakyat Ancol, Diana (13) mengaku terheran-heran melihat perilaku empat hewan mamalia laut, yakni lumba-lumba yang terdiam sejenak di dasar kolam yang berada Dolphin Park Ocean Dream Samudra (ODS) Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, saat Gerhana Matahari berlangsung, sekitar pukul 07.00 WIB, Rabu (9/3/2016).

Diana yang mengenakan jilbab cokelat seragam pramuka ini terlihat bingung, saat melihat tingkah laku lumba-lumba di ODS Taman Impian Jaya Ancol. Cahaya matahari yang lamban naun meredup akibat tertutup bulan itu, membuatnya semakin antusias mengamati tingkah lumba-lumba jenis hidung botol dari laut pasific (Tursiops Aduncus) tersebut.

Sesekali, siswi bertubuh mungil ini berbisik ke teman sebelahnya yang juga sama-sama mengikuti acara kegiatan pengamatan efek GMT terhadap satwa, yakni lumba-lumba, bersama Komunitas Teens Go Green dan Kelompok Penelitian Biodiversitas dan Konservasi Sumberdaya Laut Pusat Penelitian Oseanografi LIPI.

"Itu lumba-lumbanya kemana ya? Kok malah menyelam ke dasar kolam?" tanyanya ke teman lainnya.

Teman-teman Diana pun nampak sesekali ingin melongok lebih dekat ke kolam tersebut, hanya untuk mengetahui keberadaan ikan tergolong pintar tersebut. Diana menuturkan, dirinya tak menyangka lumba-lumba tersebut akan diam saat cahaya langit mulai meredup karena matahari yang tertutup bulan.

"Ternyata berpengaruh, saya juga baru tahu. Suasana hening, dan lumba-lumbanya yang awalnya jadi lincah, jadi banyak diam. Sesekali sih saya lihat lumba-lumbanya naik ke permukaan kolam cuman buat ambil nafas kali ya," tutur Diana yang juga warga di wilayah Pademangan.

Mengetahui hal itu, Diana pun mengaku langsung mencatat perihal perilaku lumba-lumba saat Gerhana matahari berlangsung. Menurut dia, catatan tersebut merupakan tugas dari gurunya, untuk diceritakan kembali di sekolahnya.

"Ini dicatat pas gerhana jam berapa, terus sebelum gerhana lumba-lumbanya ngapain, pokoknya semua dicatat deh. Soalnya sudah tugas dari guru," ungkapnya.

Tak hanya Diana, Rio (17), salah satu anggota Komunitas Teens Go Green juga menuturkan hal yang sama. Dirinya justru tak menyangka, gerhana matahari sangat berpengaruh terhadap perilaku satwa.

"Yang namanya alam ya, mungkin udah kuasa Allah. Mana kita tahu. Tapi jujur saya takjub, ternyata ketika alam sedikit ada perubahan, ada perubahan juga terhadap satwa-satwa," jelasnya.

Sementara Rika Lestari selaku Corporate Communication Manager PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk menjelaskan GMT merupakan salah satu peristiwa bersejarah yang terjadi tahun ini, dibeberapa wilayah di Indonesia, baik di Palu, Balikpapan, Bangka Belitung, dan area lain di 11 provinsi Nusantara lainnya, yang dapat menyaksikan gerhana matahari.

"Untuk di Jakarta sendiri, masyarakat juga dapat menyaksikan fenomena tersebut meskipun ketertutupan mataharinya hanya mencapai 88,74 persen. Untuk mengambil momen istimewa ini, kami menggelar kegiatan pengamatan efek GMT terhadap satwa dan mengajak pelajar Sekolah Rakyat Ancol, Komunitas Teens Go Green serta, kelompok Penelitian Biodiversitas dan Konservasi Sumberdaya Laut Pusat Penelitian Oseanografi LIPI," paparnya.

Kegiatan pengamatan ini, dijelaskan Rika, dilakukan terhadap satwa di ODS yakni, lumba-lumba. Ketika mengamati lumba-lumba, diakui Rika, para pelajar diajak untuk mengamati pergerakan lumba-lumba.

"Aktivitas bernapas, sosialisasi dengan kawanan bergerombol atau sendiri, serta interaksi-interaksi lainnya yang mungkin muncul. Keberadaan LIPI juga sebagai narasumber yanga akan memberikan penjelasan ilmiah mengenai fenomena-fenomena yang terjadi saat GMT," terangnya.

Dijelaskan Rika, peristiwa langka tersebut dimanfaatkan pihaknya, untuk memberikan pengetahuan mengenai gerhana matahari kepada para pelajar Sekolah Rakyat Ancol, dengan mengajak mereka ke Ocean Dream Samudra.

"Ini untuk mengamati pengaruh gerhana matahari total terhadap hewan-hewan yang ada di sana, khususnya lumba-lumba. Sebagai penguatan informasi, maka kami juga mengundang LIPI sehingga para pelajar mendapatkan penjelasan yang ilmiah langsung dari ahlinya," katanya.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved