Koran Warta Kota

Planetarium Bagi Gratis Kacamata Gerhana

Menyambut datangnya gerhana matahari total pada Rabu (9/3), Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) menyiapkan 4.700 kacamata gerhana.

Planetarium Bagi Gratis Kacamata Gerhana
ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Dokumentasi petugas mengamati matahari menggunakan kacamata dengan kaca ND 05 di Taman Pintar, Yogyakarta, Kamis (3/3/2016). 

WARTA KOTA, PALMERAH— Menyambut datangnya gerhana matahari total pada Rabu (9/3), Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) menyiapkan 4.700 kacamata gerhana. Kacamata itu akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang datang untuk menyaksikan gerhana matahari di pelataran TIM pada Rabu pagi.

Menurut Kepala Bagian Planetarium dan observatorium Jakarta, Eko Wahyu Wibowo, hal itu merupakan bentuk apresiasi sekaligus edukasi atas datangnya fenomena gerhana matahari.

Selain itu, pembagian kacamata tersebut dikatakannya, bertujuan agar mengurangi kerusakan mata akibat melihat matahari langsung saat terjadi gerhana matahari.

"Kacamata akan kita bagikan langsung kepada masyarakat yang datang. Untuk mendapatkannya juga nggak susah dan nggak ada persyaratan khusus. Cukup datang mulai pukul 04.30 WIB dan mengantre. Selanjutnya, bisa lihat gerhana matahari di parkiran TIM bagian depan dan belakang Theater Jakarta," katanya saat ditemui Warta Kota di TIM, Senin (7/3).

Tidak hanya membagikan kacamata gratis, pihaknya juga mempersiapkan 8 buah teleskop serta satu teleskop proyeksi. Sehingga, masyarakat yang datang dapat melihat secara seksama pergerakan matahari hingga terjadi gerhana.

"Kita juga kerja sama dengan Asosiasi Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (AHAAJ). Jadi masyarakat juga bisa memakai teropong punya mereka. Tapi dengan catatan masyarakat harus standby," jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, gerhana matahari akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (9/3) besok. Beberapa daerah mengalami gerhana matahari total (GMT, diantaranya wilayah Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

Sedangkan daerah lain mengalami gerhana matahari sebagian (GMS), termasuk Jakarta. Di Jakarta, persentase gerhana matahari yang bisa disaksikan yakni 88,1 persen. Langit akan terlihat gelap dengan sabit api berwarna merah pada salah satu sisi bulan.

Puncak gerhana matahari akan berlangsung selama sekira tiga menit, dalam rentang waktu antara pukul 06.00 WIB hingga pukul 08.30 WIB.

Cara aman

Sementara itu Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dalam situs resminya, Senin, mengimbau agar masyarakat tidak melihat langsung ke arah matahari jelang dan sesaat sesudah terjadi GMT.

Paparan cahaya dengan intensitas tinggi seperti cahaya matahari dalam waktu lama dapat menembus mata dan merusak lapisan retina mata yang berisi syaraf sensitif.

Cara aman mengamati GMT menurut Lapan antara lain dengan menggunakan kacamata yang dilengkapi filter matahari berupa film tipis dengan tingkat kepekaan tinggi untuk menyaring cahaya matahari.

Cara kedua adalah melalui teknik lubang jarum yang memproyeksikan proses gerhana matahari ke kertas putih yang di tempatkan di dalam kotak. (dwi/Ant)

Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved