Breaking News:

Gerhana Matahari

Empat Dekade, Indonesia Mengalami Lima Gerhana Matahari Total

Siklus tersebut pun diprediksi akan berulang pada tujuh tahun mendatang, tepatnya pada Kamis, 20 April 2023 mendatang.

Wartakotalive/Dwi Rizki
Fenomena gerhana matahari 

WARTA KOTA, MENTENG -- Fenomena gerhana matahari yang diprediksi terjadi pada Rabu (9/3/2016) rupanya merupakan gerhana matahari total ke empat yang dialami Indonesia dalam kurun 30 puluh tahun belakangan.

Siklus tersebut pun diprediksi akan berulang pada tujuh tahun mendatang, tepatnya pada Kamis, 20 April 2023 mendatang.

Data terkait fenomena gerhana matahari dunia, termasuk Indonesia tersebut terangkum dalam buku NASA Reference Publication 1178 Revised berjudul Fifty Year Canon of Solar Eclipses 1986-2035 yang ditulis oleh Fred Espenak, Goddard Space Flight Center Greenbelt, Maryland pada tahun 1987.

Dalam buku bersampul putih tersebut, Indonesia setidaknya mengalami lima kali gerhana matahari total dan belasan gerhana matahari parsial dalam kurun waktu empat dekade belakangan.

Peristiwa tersebut seperti yang terjadi pada Sabtu, 11 Juni 1983 silam, gerhana matahari berdurasi lima menit terlihat terjadi di wilayah Borobudur, Cepu, Tanjung Kodok Sulawesi Selatan dan Papua antara pukul 11.31 WIB hingga pukul 11.36 WIB.

Selanjutnya, gerhana matahari terjadi pada Jumat, 18 Maret 1988 dengan durasi selama tiga menit terlihat di wilayah Palembang, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Bergulir selama tujuh tahun kemudian, gerhana matahari pun dipaparkan terjadi pada Selasa, 24 Oktober 1995 selama dua menit hanya di wilayah Kepulauan Sangir Talaut atau sebelah utara Maluku Utara.

"Orbit matahari terlihat menjauh dari Indonesia, karena itu dalam waktu 21 tahun, gerhana matahari baru kembali terjadi di Indonesia, tepatnya pada Rabu, 9 Maret 2016 besok.

Durasi diperkirakan akan berlangsung selama tiga menit, melewati Bengkulu, Palembang, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara," papar Cecep Nurwendaya, Astronomis Planetarium dan Observatorium Jakarta, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Lebih Lanjut, ungkapnya, gerhana matahari spesial akan terjadi di wilayah Timur Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur, Papua Barat Daya dan Papua Timur Laut serta pulau Biak pada Kamis, 20 April 2023 mendatang.

Gerhana yang diprediksi hanya terjadi dalam waktu 1 menit 16 detik itu terjadi di penghujung Bulan Ramadhan atau 29 Ramadhan 1444 Hijriah.

"Jadi sangat spesial, karena gerhana matahari akan bertepatan dengan hisab 1 Syawal 1444 Hijriah atau malam penghitungan Hari Raya Idul Fitri. Jadi ada kemungkinan besar hari Lebaran akan jatuh berlainan, karena posisi bulan dengan matahari sejajar," tutupnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved