Viny Felasiani
Bisnis Rendang Lewat Daring, Pelanggannya Hingga Mancanegara
Rendang merupakan makanan khas Minangkabau, Sumatera Barat yang disukai masyarakat dari berbagai kalangan.
Penulis: Ign Agung Nugroho |
WARTA KOTA, JAKARTA - Rendang merupakan makanan khas Minangkabau, Sumatera Barat yang disukai masyarakat dari berbagai kalangan.
Penggemar masakan ini tak hanya masyarakat lokal, tetapi juga warga asing. Tak heran, salah satu kantor berita internasional pernah mendaulat rendang sebagai salah satu makanan paling enak di dunia.
Namun, kelezatan rendang tidak didapatkan secara instan. Proses mengolahnya pun perlu waktu agar bumbu balado-nya menyerap ke dalam daging sapi.
Bahkan, komposisi racikan bumbu dan proses memasak secara cermat pun harus dilakukan secara seksama.
Oleh sebab itu, banyak masyarakat memilih datang ke rumah makan padang terdekat untuk menyantap rendang, ketimbang memasaknya sendiri di dapur.
Nah, fenomena tersebut menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Peluang itu pun, salah satunya dilirik Viny Felasiani (35).
Belum genap setahun ini, dia menekuni usaha masakan rendang kemasan plus memasarkan secara daring (online) dengan label Rendang Uni Viny.
Meski demikian, bisnis rendang nya secara grafik, omzetnya terus meningkat.
"Belum besar sih, kisaran Rp 10 juta s/d Rp 15 juta per bulannya. Tapi alhamdulillah progress-nya ada. Apalagi baru aku seriusi akhir tahun lalu," ungkap Viny kepada Warta Kota baru-baru ini.
Perempuan yang belum lama ini memutuskan berhenti kerja sebagai Public Relations Section Head di salah satu televisi nasional itu, mengaku ingin total menggeluti usaha makanan warisan dari tanah lelulurnya itu.
"Aku baru resign akhir tahun lalu, selain punya baby lagi, aku ingin seriusin usaha rendang ini," katanya.
Cerita ibu tiga anak itu, meski baru total berwirausaha belum genap setahun, namun ia sudah mencoba-coba bisnis rendang sejak empat tahun silam.
"Hanya waktu itu belum serius, jika lebaran sekalian buat pesanan saudara dan teman-teman kantor. Karena hasil masakannya dibilang enak dan setiap tahun jadi langganan, maka tahun 2015 akhir mulai serius buat nama, kemasan, dan lain," kata Viny yang memproduksi sendiri usaha rendang-nya di rumahnya di kawasan Depok, Jawa Barat.
Perempuan kelahiran Jakarta, 17 Juli 1980 ini mendapat ilmu meracik rendang dari sang bunda.
"Ibu dari nenek saya asli Minang, jadi benar-benar menggunakan resep warisan leluhur�" kata Viny yang saat itu mengaku mengeluarkan modal Rp 2 jutaan untuk usaha jualan rendang.
Saat ini Rendang Uni Viny memproduksi tiga varian masakan rendang, yakni rendang daging, rendang paru, dan rendang jengkol.
Aneka rendang itu dikemas dalam ukuran 250 gram, 500 gram, dan 1 kilogram. Harganya mulai dari Rp 50.000 s/d Rp 280.000.
Lalu apa spesial rendang kemasan olahannya itu? Menurut Viny selain menggunakan resep leluhur dan hasilnya memiliki wangi khas, juga produk olahannya tahan lama, meski tanpa bahan pengawet.
"Tahan lama selain karena cara mengolahnya, juga karena kemasannya divacuum. Untuk rendang daging bisa kuat sampai dua tahun, jika disimpan di freezer, tanpa berubah warna dan rasa. Ini sudah diuji oleh konsumen di Eropa loh," kata Viny.
Untuk memasarkan rendang olahannya saat ini Viny memasarkan lewat daring, yakni dengan website : www.rendanguniviny.com dan sosial media (medsos), @rendanguniviny.
Sedangkan konsumennya, saat ini selain dari wilayah Jabodetabek, dan kota-kota besar di tanah air, juga telah merambah mancanegara, seperti Arab Saudi dan Eropa, antara lain Belanda dan Finlandia.
"Rendang aku bisa sampai ke sana (Arab Saudi dan Eropa) karena ada teman-teman, saudara yang tinggal di sana, sama via medsos juga. Nah mereka kan pesan tuh. Kalau pesan lagi biasanya teman-teman mereka itu pada ikut pesan juga," kata Sarjana Komunikasi lulusan Universitas Indonesia (UI) itu.
Istri dari Anwar Jayaningrat menambahkan, saat ini ia juga baru saja melakukan pengembangan produk usaha, yakni meracok Sambal Balado dan Sambal Bawang Rawit�kemasan. Harganya dibanderol Rp 23.000 dengan ukuran 200 gram.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/viny-felasiani_20160307_083335.jpg)