Breaking News:

Bedeng di Pinggiran Kali Krukut Dibongkar

Dua dari sembilan bedeng yang berada di sepanjang Kali Krukut, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (7/3/2016) pagi dibongkar aparat Satpol PP.

Penulis: | Editor: Max Agung Pribadi
Bedeng di Pinggiran Kali Krukut Dibongkar
Aparat Satpol PP membongkar sejumlah bedeng di pinggiran Kali Krukut, Jakarta Selatan.

WARTA KOTA, PANCORAN-Dua dari sembilan bedeng yang berada di sepanjang Kali Krukut, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (7/3/2016) pagi dibongkar aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Bangunan itu dibongkar lantaran melanggar dan menduduki tanah negara.

Puluhan petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri dikerahkan untuk melakukan penertiban itu. Padahal, sebagian besar bangunan semi permanen di Jalan Pejaten Barat RT 002/07, Pasar Minggu, Jakarta Selatan sudah rata dengan tanah.

Tinggal tersisa tiga bangunan di bantaran Kali Jalan Amil RT 001/05, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Sedangkan, satu bangunan yang belum dibongkar masih meminta waktu yaitu milik Supriyanto. Dia meminta dispensasi setelah pulang umroh dan akan membongkar bangunannya sendiri.

Satu buah alat berat berwarna kuning, Sovel dikerahkan untuk membongkar dua bedeng dengan luas sekitar 3 meter x 4 meter dan 5 meter x 4 meter. Pemilik hanya bisa melihat pasrah bangunannya dibongkar puluhan petugas.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Irmansyah yang memimpin penertiban mengutarakan alasan pembongkaran itu karena adanya keluhan dari masyarakat. Karena memang, jarak bangunan dengan Kali harus 10 meter.

Namun, kenyataan bangunan itu berada di dekat bantaran Kali Krukut. "Penertiban kita hari ini sesungguhnya karena laporan warga. Memang kita perlu melihat kembali saluran yang ada. Ternyata benar, harus berjarak 10 meter dari Kali," kata Irmansyah di lokasi penertiban, Senin (7/3).

Dia menjelaskan upaya itu dilakukan dalam rangka upaya mengantisipasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah Ibukota Jakarta. Karena memang, dikatakan dia, banyaknya pemukiman warga di bantaran Kali membuat sulitnya melakukan normalisasi kali atau pengerukan.

"Ini merupakan upaya antisipasi banjir. Apalagi, mereka tinggal di tanah negara," ungkapnya.

Setelah penertiban itu, kata dia, lokasi tersebut akan ditanami tanaman oleh Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Selatan. Agar warga tidak menggunakan lahan itu kembali. "Saat ini kita sudah kordinasi dengan Sudin Pertamanan agar dibangun taman," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasional (Kasieop) Satpol PP Jakarta Selatan, Luasman mengatakan penertiban berjalan dengan aman dan lancar. Puluhan petugas sudah berhasil merobohkan dua bedeng milik pemulung.

Menurutnya, penertiban itu dilakukan sudah pemilik bangunan diberikan Surat Peringatan ketiga (SP-3). Sehingga, upaya penertiban sudah sesuai prosedur.

"Itu ga direlokasi masyarakat yang tinggal disana karena kebanyakan adalah pemulung yang tinggal di tanah negara," ucap Luasman.

Dia menjelaskan bahwa 9 bangunan lainnya sudah dibongkar sendiri oleh pemiliknya.Kebanyakan warga yang menempati tempat tersebut sudah menyerah dan meninggalkan lokasi tersebut.

Terlihat warga hanya pasrah melihat bangunannya dibongkar oleh petugas. Mereka memungguti puing-puing bekas pembongkaran. Penghuni enggan berbicara terkait pembongkaran tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved