Breaking News:

Cerita Ireng Maulana, dari Narik Bemo Sampai Bermain Musik

"Dulu diusianya 20 tahun, Ireng itu pernah narik Bemo," kata Peter kepada wartawan

Editor: Andy Pribadi
KOMPAS/ARBAIN RAMBEY
Peter Gontha. 

WARTA KOTA, TOMANG - Peter F. Gontha menceritakan kehidupan almarhum Ireng Maulana semasa mudanya.

Ia menjelaskan kalau Ireng pernah mencari uang dijalan sebelum memulai bermain musik.

"Dulu diusianya 20 tahun, Ireng itu pernah narik Bemo," kata Peter kepada wartawan saat ditemui di Rumah Duka RS. Dharmais di kawasan Tomang, Jakarta Barat, minggu (6/3).

Peter menambahkan kalau Ireng memang memiliki darah seni yang diturunkan oleh sang ayah.

"Tapi karena usahanya yang sangat ketat, akhirnya dia bermain musik dengan darahnya musik dari mulai ayahnya sampai adiknya yang paling kecil," tambahnya.

Selain itu, Peter juga menceritakan tentang keluarga Ireng yang bermain musik baik dari ayah, kaka, dan adik kandungnya.

"Ireng Maulana memng memiliki darah seni. Kakanya yang pertama pemain sello di TVRI. Lalu ada Ibot Maulana pemain rock seperti elvish. Ada Mela dia pemain biola. Klau Ireng agak telat main musik main gitarnya," pungkasnya.

Ireng Maulana meninggal dunia pukul 00.15 yang diduga terkena serangan jantung usai manggung di Pondok Indah Mall (PIM).

Ireng Maulana adalah penggagas dan pendiri event Jazz terbesar se - Asia Tenggara yaitu Java Jazz. (Arie Puji Waluyo)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved