Breaking News:

Mahasiswa Tewas di Danau UI

Penjaga Rumah Kos Minta Ayah Akseyna Ikhlaskan Kematian Anaknya

Menurut Edi tudingan secara terbuka bahwa dirinya pelaku pembunuhan Akseyna dilakukan penyidik saat ia dipertemukan dengan ayah Akseyna.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Suprapto
Budi Sam Law Malau
Tim dari Brimob Polda Metro Jaya dan TNI AL menyusuri dan menyelami Danau Kenanga UI mencari alat bukti kasus tewasnya mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori (18), Senin (5/10/2015). Dari dasar danau, petugas menemukam drum besi besar warna biru. Tidak jelas apakah temuan ini berguna untuk pengungkapan kasus tewasnya Akseyna atau tidak. 

"Penyidik bilang, semua orang yang salah selalu membantah dan ngajak sumpah pocong seperti yang saya katakan. Lalu saya bilang, saya nggak mau sekedar sumpah di atas Al-quran. Tapi sumpah pocong saja, kalau saya yang berbuat, besok atau seminggu kemudian pasti mati. Tapi kalau enggak, yang nuduh yang mati," kata Edi.

Namun kata Edi, penyidik dan ayah Akseyna enggan memenuhi tantangannya. Sehingga sumpah pocong tak jadi dilakukan.

Edi menjelaskan setelah ia menanyakan alasan penyidik dan ayah Akseyna menuduhnya sebagai pembunuh Akseyna, ternyata karena keterangan dirinya dianggap berubah-ubah dan tidak tepat.

"Dulukan katanya Akseyna bunuh diri, ya saya ngikutin, saya bilang dia bunuh diri, sampai kemarin juga. Lalu bapaknya nuntut saya, kenapa saya yakin Akseyna bunuh diri. Padahal saya cuma ngikutin statement polisi saja. Saya orang awam yang nggak tahu apa-apa," kata Edi.

Karenanya, menurut Edi, alasan ayah Akseyna dan penyidik menuduh dan menduga dirinya pembunuh Akseyna sangat tidak masuk akal.

"Lalu alasan lain ayah Akseyna menuduh saya begini, katanya karena saya dititipin anak, jadi saya harusnya tanggung jawab. Saya balas, Pak kalau saya dititipin, apakah saya harus jaga dia selama 24 jam. Sebab kalau di luar kos, saya nggak tahu kegiatannya. Bahkan, kuliah apa nggak saja, saya nggak tahu," kata Edi.

Apalagi kata Edi, Akseyna adalah sosok yang pendiam. "Yang penting bayar lancar. Dan Akseyna itu anaknya gak rese atau gaduh. Jadi gak pernah saya tegur. Kecuali kalau rese, baru saya tegur," kata Edi.

Menurut Edi, atas misteri kasus tewasnya Akseyna ini, ia berharap polisi bisa mengungkapnya.

Ia juga berharap keluarga Akseyna bisa menerima semuanya dengan ikhlas.

"Keadaan sudah menuliskan begini, jadi ayah Akseyna ya harus terima. Jangan jadinya saya yang didesak-desak terus. Capek juga saya, kalau diperiksa terus," kata Edi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved