Film Suanggi Angkat Kekayaan Budaya Indonesia Timur

Budaya Indonesia Timut diangkat dalam film layar lebar karya anak negeri bertajuk Suanggi.

Film Suanggi Angkat Kekayaan Budaya Indonesia Timur
Sutradara Amir Gumay (kiri) dan Ade Muhamad Nur, produser film Suanggi.

WARTA KOTA, PALMERAH-Film Suanggi yang segera tayang mengangkat potensi kekayaan budaya Indonesia Timur. Ade Muhamad Nur, selaku Produser Suanggi menjelaskan, film tersebut mengangkat cerita rakyat tentang kekayaan ilmu hitam di Indonesia Timur.

Meski demikian, lanjut pria yang juga sebagai tokoh muda asal Maluku Utara itu, penggarapan film tersebut dikemas dalam kisah melodrama percintaan antara dua anak manusia dari dua keluarga yang berbeda strata sosial.

"Persoalan cinta dan dendam, tidak bisa lepas selama ada kehidupan manusia itu sendiri. Nah, lewat film Suanggi yang diambil dari budaya asli Indonesia Timur ini, juga memiliki pesan moral cukup besar," kata Ade dalam keterangan tertulisnya kepada Warta Kota, Jumat (26/2/2016).

Film 'Suanggi' yang digarap oleh rumah produksi PT. Putra Tidore itu melibatkan sutradara Amir Gumay dan juga sejumlah artis muda dan senior, antara lain, Dolly Marten, Yatty Surachman, Fivi Vie, Babby Sexyola, Suhadiman, dan Sule Folasimo.

Film berdurasi 90 kata Ade akan ditayangkan segera ditayangkan pada tahun ini.

"Kami juga berterima kasih film ini disuport Ketua Umum Forum Bersama Laskar Merah Putih (FB LMP) Ham Zatun MR. Beliau mendukung karena isah cerita film ini juga ada atau bagian dari kekayaan sejarah Indonesia, khususnya yang ada di bagian Indonesia Timur," kata Ade.

Rumah produksi Putra Tidore sebelumnya, pernah menggarap serial sinetron berjudul 'Nyong Mutiara Hitam' 26 episode, yang tayang di ANteve dan TVRI.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved