Pemilukada DKI Jakarta
Belum Ada Titik Temu Bikin Basuki Bimbang, Pilih PDIP atau Teman Ahok
Parpol ini juga menjadi parpol yang dilirik banyak kalangan.
Penulis: Mohamad Yusuf |
WARTA KOTA, BALAI KOTA -- PDIP adalah partai politik (parpol) peraih suara terbanyak di Pemilihan Umum 2014).
Parpol ini juga menjadi parpol yang dilirik banyak kalangan termasuk di antaranya Basuki Tjahaja Purnama.
Di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta 2012, Basuki diusung Partai Gerindra, tapi bekas kader Partai Golkar itu kemudian memilih keluar dari Partai Gerindra.
Dia kemudian mendirikan Teman Ahok dan diharapkan menjadi pendukung utama di Pemilukada DKI Jakarta 2017.
Mendekati Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mulai harus memilih antara maju melalui jalur independen yaitu bersama relawan Teman Ahok.
Atau, diusung dengan Partai Politik, yaitu salah satunya PDIP yang sudah mulai memberikan sinyal dukungan. Juga Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang telah mendeklarasikan dukungannya kepada Ahok.
Namun, Ahok sendiri mulai tampak bimbang. Terlebih, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, juga mulai memberikan sinyal untuk maju pada DKI 2017 nanti, saat pertemuannya dengan Ahok di Balai Kota Jakarta.
"Ya saya katakan, kalau Teman Ahok kumpulin 1 juta KTP kita harus hargain dong. Tapi, kalau memang bisa ikut PDIP, alangkah baiknya kalau mereka (Teman Ahok) ikut juga kan. Kalau memang nggak mau kita harus pilih dong sudah berjuang 1 juta KTP, gimana," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2016).
Ahok pun mengatakan, bahwa menggunakan 1 juta KTP juga tidak mudah. Apalagi harus melalui proses seleksi.
"Tapi, dukungan itu susah lho. Independen nggak mudah kalau nggak 1 juta gimana, masih banyak persoalan ini. Ngisinya aja setenngah mati, 1 juta lho. Harus verifikasi lagi, mereka telepon," katanya.
Jika memang nantinya Teman Ahok tidak setuju, maka harus dibahas bersama. Apalagi, Megawati sendiri menurut Ahok sudah menyatakan dukungannya.
"Ya makanya kita harus ngomong, mau nggak mau kalau dia bisa penuhin ya kita ikut Teman Ahok. Itu juga nggak gampang mau nyalonin, mau ngisi, pasangan, segala macam. Teknisnya April lah. Karena kalau sampai bulan April nggak ngisi, susah, pendaftaran kan Juli. Kita isi segala macam internal butuh 3 bulan ngisi jadi April harus bisa kita putuskan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160203ahok-kang-emil-risma-makin-populer-di-2016_20160203_132007.jpg)