Kopi Beracun

Polisi Siap Hadapi Tuntutan Jessica

Pihak Polda Metro Jaya telah mempersiapkan alat bukti untuk menjawab tuntutan yang disampaikan Kuasa Hukum Jessica.

Polisi Siap Hadapi Tuntutan Jessica
Kompas.com
Jessica 

WARTA KOTA, SENEN - Tuntutan yang disampaikan Kuasa Hukum Jessica Kumolo Wongso (27) yakni Hidayat Bostam, Andi Joesoef, dan Yudi Wibowo Sukinto dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa (23/2) ditanggapi santai oleh Kasubdit Bantuan Hukum Polda Metro Jaya, AKBP Aminullah selaku Kuasa Hukum Polda Metro Jaya.

Terlihat percaya diri, dirinya mengaku bila pihaknya telah mempersiapkan materi untuk menghadapi tuntutan.

Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh AKBP Aminullah usai gelaran sidang praperadilan perdana yang dipimpin oleh Hakim Tunggal, I Wayan Nerta itu ditunda untuk dilanjutkan pada Rabu (24/2).

Dirinya menyampaikan, alasan mengapa pihaknya terlihat tenang dikarenakan beberapa hal, yakni mulai dari gugatan praperadilan yang salah sasaran hingga tuntutan yang diajukan Kuasa Hukum Jessica kurang mendasar.

Sebab, dipaparkannya, gugatan yang diajukan pihak Kuasa Hukum Jessica terkait adanya pelanggaran dalam penyelidikan sekaligus penahanan Jessica dianggapnya kurang tepat, sebab gugatan diketahui disampaikan kepada Polsek Tanah Abang, bukan kepada Polda Metro Jaya.

Padahal, rangkaian penyelidikan hingga penetapan status tersangka kepada Jessica, terkait kematian Mirna Wayan Salihin (27) sosialita yang tewas di Rumah Sakit Abdi Waluyo usai mengkonsumsi es kopi vietnam di Cafe Olivier, West Mall Grand Indonesia pada Rabu (6/1/2016) lalu diketahui dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

"Semua (proses hukum-red) yang disampaikan kuasa hukum Jessica dalam sidang, mulai dari pemeriksaan sampai penetapan tersangka dilakukan oleh Polda Metro Jaya, bukan Polsek Tanah Abang. Jadi bisa dibilang mereka salah alamat, karena seharusnya permohonan diajukan kepada Polda Metro Jaya, bukan Polsek Tanah Abang," ungkapnya.

Kesalahan tersebut dibuktikannya lewat surat permohonan praperadilan yang disampaikan oleh Kuasa Hukum Jessica kepada Hakim Tunggal, I Wayan Nerta pada persidangan.

Dalam surat permohonan tersebut tertulis bila gugatan ditujukan kepada Mabes Polri cq Polda Metro Jaya cq Polsek Tanah Abang, sehingga dapat dipaparkan bila gugatan ditujukan kepada Polsek Tanah Abang.

Sementara itu, terkait keberatan Kuasa Hukum Jessica atas pencekalan yang disampaikan Polda Metro Jaya kepada Dirjen Imigrasi, menurutnya, sangat tepat.

Sebab, walau seseorang masih berstatus sebagai saksi, pihak Kepolisian sesuai dengan Peraturan Kepolisian berhak melakukan pencekalan, khususnya bila saksi berpotensi menjadi tersangka.

"Diatur dalam Undang-undang Imigrasi dan Peraturan Kepolisian, bahwa polisi dalam rangka menindaklanjuti proses tindak pidana dapat melakukan pencekalan. Dalam ketentuan disebutkan, seseorang yang dicekal agar tidak keluar negeri tidak harus berstatus tersangka, bisa juga saksi berpotensi mengarah kepada tersangka," jelasnya.

Walau pun mengaku telah percaya diri, dirinya maupun beberapa rekannya mengaku enggan untuk memaparkan persiapan maupun strategi yang bakal diadu dalam sidang praperadilan kedua di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu (24/2).

Dirinya menyampaikan pihaknya telah mempersiapkan alat bukti untuk menjawab tuntutan yang disampaikan Kuasa Hukum Jessica.

"Semuanya (alat bukti-red) sudah kami siapkan semua, jadi apa-apa yang diperlukan bisa menjawab pertanyaan mereka. Tapi belum bisa kami sampaikan, besok akan kami berikan jawabannya di pengadilan," tuturnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved