Breaking News:

Dana Operasional Posyandu di Depok Bakal Ditambah

Besaran dana operasional yang direncanakan diberikan pada 2017, untuk Posyandu sebesar Rp3,5 juta, Posbindu sebesar Rp2 juta, RT Rp1,7 juta, RW Rp2 ju

Kompas/Hendra A Setyawan
Ilustrasi kasir menghitung uang pecahan seratusan rupiah. 

WARTA KOTA, DEPOK - Pemerintah Kota Depok melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Pemda Kota Depok berencana menaikan dana operasional tahunan bagi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu), RT dan RW serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Depok pada 2017 mendatang.

Hal itu dikatakan Sekretaris BPMK Kota Depok, Abdul Rojat, Selasa (23/2).

"Kami akan naikkan dana operasional bagi Posyandu, Posbindu, RT dan RW serta LPM di Depok pada 2017 mendatang," kata Abdul.

Menurutnya kenaikan dana operasional pada tahun 2017 mendatang direncanakan minimal sebesar Rp 500.000 dibanding tahun sebelumnya.

Besaran dana operasional yang direncanakan diberikan pada 2017 itu adalah untuk Posyandu sebesar Rp3,5 juta, Posbindu sebesar Rp2 juta, RT Rp1,7 juta, RW Rp2 juta dan LPM sebesar Rp2,5 juta.

"Jadi ada kenaikan minimal Rp 500.000 baik untuk Posyandu, Posbindu, RT, RW dan LPM," katanya.

Saat ini, kata dia, Kota Depok memiliki 1.010 posyandu, 725 Posbindu, 5.150 RT, 925 RW dan 63 LPM Kelurahan serta 11 LPM Kecamatan.

Kenaikan dana operasional yang diberikan setiap tahun ini, kata Abdul, sejalan dengan program walikota yang baru. "Supaya pelayanan kepada masyarakat jauh lebih baik," kata Abdul.

Selain dana operasional, menurut Abdul, Pemkot Depok juga akan memberikan bantuan lain berupa sarana dan prasarana Posyandu.

Hal ini dilakukan agar masyarakat lebih nyaman berkunjung ke Posyandu.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved