Breaking News:

Penyelundupan Hewan

Penyelundup Anak Kura-kura Adalah Perusahaan Ekspor

Lima tersangka penyelundupan ribuan anak kura-kura ke Tiongkok rupanya merupakan salah satu sebuah perusahaan ekspor di Bekasi, Jawa Barat.

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Banu Adikara
Sebanyak 3.737 ekor kura-kura moncong babi dan 883 kura-kura leher ular yang gagal diselundupkan ke Tiongkok, Sabtu (20/2). 

WARTA KOTA, TANGERANG - Lima tersangka penyelundupan ribuan anak kura-kura ke Guangzhou, Tiongkok rupanya merupakan salah satu sebuah perusahaan ekspor di Bekasi, Jawa Barat.

Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta menggagalkan upaya penyelundupan ribuan kura-kura jenis moncong babi (Carettochelys insculpta), dan kura-kura leher ular (Chelonida mccordi).

Lima pelaku penyelundupan juga sudah ditangkap.

Kabid Penindakan Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Yulianto pada Senin (22/2) mengatakan, perusahaan ekspor tersebut berinisial CV B. A.

Perihal peran lima pelaku yang ditangkap, yakni WH, NV, BM, IW, dan SU; kelimanya memiliki peran masing- masing.

"WH adalah pemilik CV B. A sekaligus pemilik barang. Anak kura-kura ini didapatkan WH dari hasil pasokan pelaku NV. Anak-anak kura-kura ini lalu dikemas di dalam dus oleh IW, " kata Yulianto.

Supaya bisa keluar, dus berisi anak-anak kura-kura itu lalu dibuatkan surat Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) oleh pelaku SU.

"Sementara, pelaku BM bertugas mengantar ribuan anak kura-kura ke bandara dengan mobil," kata Awen.

Sial bagi kelimanya, mereka lupa melengkapi barang selundupan mereka dengan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Langka Luar Negeri (SATS-LN) yang dikeluarkan Bala Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Upaya penyelundupan ini pun terbongkar.

Awen menuturkan, pihaknya belum mengetahui upah yang dijanjikan kepada kelima tersangka bilamana penyelundupan anak-anak kura-kura itu berhasil.

"Per orang diupah berapa kami belum tahu. Tapi melihat harga jual yang menggiurkan, kemungkinan satu orang bisa mendapat upah jutaan rupiah, " katanya. (Banu Adikara)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved