Peringati HPSN, Dinas Kebersihan DKI Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

HPSN akan digelar di Jalan MH Thamrin saat pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) pada Minggu (21/2) mendatang.

Warta Kota/Henry Lapolalan
Sejumlah petugas kebersihan menyapu sampah di tengah-tengah ribuan buruh yang berdemo di Bundaran Hotel Indonesia, Jumat (1/5). 

WARTA KOTA, KRAMATJATI - Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Dinas Kebersihan DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk lebih peduli lingkungan.

Dinas Kebersihan DKI juga akan mengoptimalkan langkah-langkah yang ada untuk mengurangi volume sampah.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan pihaknya mengajakan peran serta masyakarat untuk mengoptimalkan bank sampah yang ada.

Sehingga sampah-sampah tersebut bisa dioptimalkan atau dimanfaatkan menjadi bentuk lain.

"Keberadaan bank sampah di lingkungan harus dioptimalkan sehingga bisa dimanfaatkan seperti misalnya sampah basah untuk pupuk atau sampah kering untuk didaur ulang lagi. Jadi sampah tersebut tidak menumpuk dan justru bisa dimanfaatkan," katanya, Jumat (19/2).

Ia menambahkan keberadaan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di tingkat kelurahan juga sangat penting untuk mewujudkan Jakarta yang bersih.

Bahkan Adji menilai petugas PPSU adalah agen kebersihan untuk menjaga lingkungan.

"Petugas PPSU sekarang harus punya nyali untuk menegur warga yang membuang sampah sembarangan, berani menindak dengan operasi tangkap tangan supaya tidak ada lagi sampah yang berserakan," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Adji menuturkan peringatan HPSN akan digelar di Jalan MH Thamrin saat pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) pada Minggu (21/2) mendatang.

Diperkirakan ada sekitar 50 ribu warga yang ikut ambil bagian dalam kampanye Jakarta Bersih tersebut.

"Jumlah tersebut terdiri dari unsur PPSU, PHL, PNS, pelajar, mahasiswa, dan lain sebagainya. Kita berharap dengan gerakan peduli kebersihan ini, bisa mewujudkan Jakarta yang lebih baik lagi," ungkapnya.

Nantinya dalam kampanye tersebut, massa akan menggelar kerja bakti, memilah sampah dan menyosialisasikan kebersihan lingkungan pada masyarakat luas.

"Sampah kalau enggak dikelola dengan baik, bisa menjadi bencana," katanya.

Peringatan HPSN bermula dari longsornya TPA Leuwigajah, Bandung, Jawa Barat pada 21 Februari 2005 silam.

Akibat peristiwa tersebut, 143 orang tewas seketika dan 137 rumah warga yang berada di desa Batujajar Timur, Bandung serta dua rumah di Leuwigajah tertimbun longsor dengan ketinggian mencapai tiga meter.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved