Jalan Tembus Juanda-Tanah Baru Depok Bakal Dibangun pada 2017
Pemerintah Kota Depok berencana membangun jalan tembus dari Jalan Juanda hingga Jalan Tanah Baru di sisi Tol Cijago
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK - Pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Tahap II yang tembus hingga Jalan Tanah Baru, direncanakan akan mulai dioperasikan November 2016 mendatang.
Untuk mengantisipasi kemacetan di Jalan Margonda dan Jalan Juanda yang merupakan pintu keluar Tol Cijago itu, Pemerintah Kota Depok berencana membangun jalan tembus dari Jalan Juanda hingga Jalan Tanah Baru di sisi Tol Cijago.
Rencana pembangunan jalan tembus itu sudah diusulkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok. Pembangunan akan dilakukan Dishub Depok bekerjasama dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok.
Kepala Dishub Depok Gandara Budiana menuturkan alasan pihaknya mengusulkan pembangunan jalan tembus dari Jalan Juanda ke Tanah Baru, yang diharapkan bisa dilakukan 2017 mendatang itu untuk mengurai kemacetan di jalur utama di Jalan Margonda, akibat dioperasikannya Tol Cijago.
"Dinas Bimasda Depok sudah siap bekerjasama untuk membangun Jalan Juanda yang akan tembus ke Tanah Baru ini. Namun, kendalanya ada masalah pembebasan lahan," kata Gandara, Jumat (19/2).
Menurutnya pembebasan lahan akan membutuhkan waktu yang panjang.
"Ini menjadi PR kami di tahun 2016 ini, supaya tahun 2017 pembangunan jalan tembus sudah bisa dimulai," kata Gandara.
Gandara menjelaskan seiring dioperasikannya jalur Tol Cijago tahap II, maka jalan yang menjadi penghubung di sekeliling tol harus memadai. Salah satunya kata dia dengan membangun jalan tembus dari Juanda ke Tanah Baru.
"Ini harus diantisipasi, jangan sampai kendaraan yang keluar Tol Cijago hanya dapat mengakses jalan utama di Jalan Margonda saja. Kalau itu terjadi, nantinya tol bukannya mengurangi kemacetan justru malah menambah kemacetan di Jalan Margonda, jika tidak ada jalan tembus lainnya," kata Gandara.
Menurut Gandara, jika pembebasan lahan untuk jalan tembus Juanda-Tanah Baru lancar dan pembangunan bisa dimulai 2017, maka butuh waktu sekitar 2 sampai 3 tahun untuk jalan tembus tersebut.
"Sebenarnya lama pembangunan tidak dapat diprediksi. Sebab masalah pembebasan lahan saja bisa memakan waktu paling cepat satu tahun. Sedangkan untuk pembangunan jalan serta fasilitas lainnya bisa dua sampai tiga tahun," kata Gandara.
Yang pasti kata dia semuanya sangat tergantung dari komitmen pihaknya yakni Dishub Depok dan Dinas Bimasda Depok.(bum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160122mulai-26-januari-kota-depok-dipimpin-pejabat-sementara_20160122_072937.jpg)