Penggusuran Kalijodo
Kakek Penghuni Warga Kalijodo Tak Takut Meski Dikepung Brimob
Mamang (70) satu warga kawasan Kalijodo, Jakarta, tidak panik walau daerah premukimannya kini dikepung anggota Brimob
WARTA KOTA, TAMBORA - Mamang (70) satu warga kawasan Kalijodo, Jakarta, tidak panik walau daerah premukimannya kini dikepung anggota Brimob pada Kamis (18/2/2016). Kakek ini tetap kalem sembari memikirkan nasib keluarganya yang akan digusur Pemprov DKI Jakarta.
Lingkungan Kalijodo yang berlokasi di RT 07 / RW 10 Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat sudah dipenuhi oleh anggota polisi. Aparat berjumlah lebih dari 100 personel dengan dilengkapi senjata laras panjang.
Petugas berada di lokasi tersebut guna mengawal pelaksanaan Surat Peringatan Satu (SP1) yang disebar di kawasan Kalijodo. Mereka pun mulai bergerilya memasuki gang demi gang daerah yang tersohor dengan praktek prostitusi tersebut.
"Saya dengar memang haru ini ada SP1, coba ikutin aturan main pemrintah saja lah," ujar Mamang yang tempak tenang saat ditemui di lokasi Kalijodo pada Kamis (18/2/2016).
Kendati demikian rasa getir dirasakan oleh lelaki berusia 70 tahun ini. Di dalam benaknya yang terdalam ia terus memikirkan kehidupan selanjutnya pascapenertiban Kalijodo.
Mamang tak bisa tidur pulas lantaran permasalahan ini. Ia punya anak serta cucu yang mengais rejeki di Kalijodo.
"Nanti coba kami ini mau tinggal di mana? Gimana kalau kami enggak dapat jatah rumah susun? Kami biasa usaha di sini (Kalijodo)," ungkap Mamang dengan nada suara putus asa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160218-polisi-berjaga-di-kawasan-kalijodo_20160218_130301.jpg)