Rabu, 8 April 2026

Baju Kampret Meriahkan Perayaan Cap Go Meh, Ada Pengalihan Arus Lalin di Bogor

Baju kampret akan memeriahkan perayaan Cap Go Meh di Bogor.

Kotabogor.go.id
Ilustrasi penggunaan baju kampret di perayaan Cap Go Meh. 

WARTA KOTA, BOGOR -- Pengaruh budaya Tiongkok ke Indonesia rupanya dilakukan dengan pendekatan kebudayaan yang sangat ciamik. Ini akan terlihat saat Puncak Perayaan Cap Go Meh, 22 Februari 2016 di Bogor, Jawa Barat.

Kemasannya pun akan dibuat dengan tema Street Food Festival, agar semakin menyatu dengan wisata kuliner dalam bingkat Pesona Indonesia.

“Saya lihat rencana acaranya seru dan penuh kreasi. Ada atraksi pertunjukan, ada atraksi kuliner, yang dipadu dengan perencanaan yang bagus,” jelas Menpar Arief Yahya, di Jakarta, Kamis (18/2/2016).

Yang paling unik, lanjut dia, ada kolaborasi antara sentuhan budaya Sunda dan Tionghoa yang mencolok di perayaan Cap Go Meh (CGM) itu.

Salah satunya dengan beberapa tokoh mengenakan baju kampret, baju khas Sunda.

“Saya dengar memang ada kolaborasi budaya. Itu pas, sesuai dengan spirit Wonderful Indonesia yang menargetkan 10 juta kunjungan dari Tiongkok. Seperti yang dilakukan di Bali dalam Imlek 8 Februari lalu. Semoga ini menginspirasi daerah lain,” tutur Arief Yahya.

Menurutnya, itu adalah gaya promosi pariwisata budaya yang amat empatik dan cerdas, yang bisa mengambil hati wisatawan asal Tiongkok. Cap Go Meh Street Festival 2016 ini memang dibuat agak khusus. Ada kolaborasi Sunda Tionghoa di dalamnya. Ini akan terlihat dari pernak-pernik pawai budaya dan karnaval kostum.

Panitia pesta Rakyat Bogor Cap Go Meh (CGM) 2016 juga menyiapkan seragam khusus ketika puncak perayaan CGM Street Festival, Senin, (22/2). Nantinya, mereka akan seragam menggunakan baju kampret.  

“CGM di Bogor memang harus berbeda dengan di tempat lain. Fokusnya lebih kepada penampilan budaya,” papar mantan Dirut Telkom itu.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang diundang akan berada di barisan depan.

Aher menuturkan, panitia CGM di Bogor sepakat menggunakan baju kampret saat puncak acara. Alasannya sederhana. Kampret merupakan pakaian khas masyarakat Sunda termasuk masyarakat Bogor.

Dengan memakai baju kampret, kata dia, perayaan CGM akan menjadi bagian dari Bogor yang tak dapat dipisahkan.

“Selain pawai budaya dan festival kostum. Ada juga penampilan kesenian dari berbagai daerah serta kesenian modern. Di antaranya Rengkak Ayakan, Tor-tor, Kebudayaan Jawa Tengah dan kostum batik, Payung Padjajaran, Garuda Ngapak, Boboko Logor, Reog Ponorogo, Barung Landung dan Ogoh-ogoh,” beber Ahmad Heryawan.

Parade Drumband dari PDBI Jawa Barat dan Drumband Mandarava NSI serta dari Pusdikzi juga dipastikan ikut memeriahkan acara.

“Total pengisi acara sendiri mencapai 10.000 orang. Dan yang paling penting, adairingan ritual seperti Joli-joli, liong barong dan parade mobil hias 12 shio dan umum,” paparnya. Acara diprediksi bakal lebih meriah dengan hadirnya komunitas Tionghoa berkain dan perempuan berkebaya.

Dalam pegelaran acara tahunan itu, Polres Bogor Kota akan melakukan pengalihan sejumlah ruas jalan selama berlangsungnya acara.

"Kami siagakan 1.008 personel gabungan TNI-Polri, DLLAJ, Satpol PP," ujar
Kabagops Polres Bogor Kota, Kompol Ricardo Condrat Yusuf dalam rapat koordinasi persiapan Cap Go Meh 2016 kepada TribunnewsBogor.com.

Untuk melancarkan acara Cap Go Meh yang akan digelar 22 Febuari 2016 nanti, Polres Bogor Kota akan melakukan pengalihan sejumlah ruas jalan.

Berikut pengalihan arus selama berlangsungnya Cap Go Meh 2016.

Jalan Otista sampai putaran BTM akan dibuka dua arah.

Arus lalu lintas dari Jalan Raya Empang menuju Jalan Otista dan Jalan Suryakancana dialihkan ke Jalan Ir H djuanda.

"Simpang Bogor Plaza ditutup total, pertihaan Jalan Pahlawan menuju Suryakencana diarahkan ke pasar Cumpok," katanya.

Jalan Pahlawan menuju Warung Bandrek ditutup kecuali kendaraan motor warga setempat.

Lawang saketeng menuju Suryakencana ditutup seluruhnya.

"Angkot 02 dan 01 arah Suryakencana dialihkan ke Jalan Merdeka, Kapten Muslihat, Ir H Juanda dan Jalan otista , Jalan pajajaran, dan Sukasari," ujarnya.

Ketua CGM 2016, Arifin Himawan mengatakan, rute tahun ini bukan menjadi lebih pendek tapi menggunakan rute dua tahun sebelumnya.

"Rute panjang per dua tahun sekali, supaya tidak membosankan, jadi sekarang sampai Simpang Batu tulis, kembali turun di Jalan Suryakancana," ujarnya.

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved