Selain GMT yang Mendunia, Jangan Lewatkan Pekan Raya Indonesia di ICE

GMT yang mendunia dan PRI merupakan ajang yang sayang jika sampai dilewatkan.

Selain GMT yang Mendunia, Jangan Lewatkan Pekan Raya Indonesia di ICE
Warta Kota/Acep Nazmudin
PRI, yang didukung oleh Kompas Gramedia dan Sinarmas akan di-launching secara resmi pada Kamis (18/2/2016) di ICE BSD. 

WARTA KOTA, SLIPI -- Geliat kemeriahan Gerhana Matahari Total (GMT), 9 Maret 2016, mulai terasa di Maluku Utara.

Semua kegiatan besar untuk momen langka itu akan dipusatkan di Ternate.

Termasuk, Total Solar Eclipse Concert yang akan menampilkan Slank.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yanya mempromosikan GMT ke seluruh dunia.

Fenomena alam yang langka dan jangan sampai terlewatkan itu pun dikenal dan menyedot perhatian wisatawan mancanegara (wisman).

"Sejak 2015 kami sudah promosikan GMT ke mancanegara karena hanya di Indonesia yang bisa menyaksikan gerhana matahari total di daratan, yang kebetulan ada di 12 provinsi," katanya di Jakarta, Selasa (16/2/2016).

Di sisi lainnya, ajang yang juga jangan sampai dilewatkan adalah ajang pameran multiproduk berskala besar di Indonesia.

Pekan Raya Indonesia (PRI) yang menggabungkan konsep belanja, hiburan, rekreasi dan edukasi akan di gelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD akhir tahun 2016 nanti.

Sementara itu, Ketua Umum PRI, Irwan Oetama mengatakan PRI nantinya didesain menjadi pameran multiproduk terbesar yang menggabungkan brand-brand besar dengan UMKM dan ekonomi kreatif.

"PRI merupakan upaya kami untuk membantu pemerintah menggerakan perekonomian daerah dan nasional," kata Irwan di Hotel Premiere Santika, Jalan Ks Tubun, Jakarta Barat, Selasa (16/2/2016).

Irwan mengatakan, beda dengan pameran multiproduk yang di selenggarakan di tempat lain, di PRI akan ditonjolkan produk-produk lokal.

"Pemerintah daerah dapat menampilkan keunggulan masing-masing daerah," kata dia

Bukan hanya itu, ragam kuliner dari berbagai daerah dari seluruh Indonesia juga akan turut dihadirkan yang bertujuan untuk meningkatkan kecintaan pada kuliner daerah.

Pameran yang akan digelar dari 20 Oktober hingga 6 November 2016 itu menargetkan satu juta pengunjung dan minimal 500 miliar rupiah transaksi.

PRI yang didukung oleh Kompas Gramedia dan Sinarmas akan dilaunching secara resmi pada Kamis (18/2/2016) di ICE BSD.

Sejumlah Fase GMT

Sebagai salah satu lokasi yang akan dilewati GMT, Maluku Utara memang tak ingin kalah dari daerah lainnya. Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba langsung action.

Beragam acara menarik langsung disiapkan.

“Ini momentum langka. Dan durasi terlama GMT ada di Maba. Sekitar 3 menit 17 detik masyarakat bisa menikmati GMT di sana,” kata Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Maluku Utara, Anwar Husen, Senin (15/2/2016).

Abdul Gani mengaku, dia mendapat banyak berkah dari GMT. Karena GMT, Maluku Utara menjadi perhatian dunia. National Aeronautics and Space Administration (NASA), peneliti Korea dan Prancis langsung melakukan pengamatan bareng Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).
.
“Hotel, restoran, wisata belanja, kuliner kewalahan melayani pesanan. Momen GMT ini menjadi sumber ekonomi baru. Masyarakat dan UMKM juga bisa menjual kacamata sebagai alat melihat gerhana," katanya. Bahkan Menpar Arief  Yahya sudah mengingatkan, agar percepat sosialisasi home stay, sebagai antisipasi hotel tidak muat.

Gayung pun bersambut. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Maluku Utara, Anwar Husen, berada di barisan yang sama dengan Gubernur Abdul Gani.

“Yang pasti, daya tarik GMT di Maluku Utara akan heboh. Kami akan menggelar konser Slank di Ternate. Kepastian konser Slank ini, melalui konfirmasi dengan pemerintah provinsi, belum lama ini," katanya.

Selain konser, ada sejumlah kegiatan yang bernilai kearifan lokal. Ada pemukulan dolo-dolo(alat tradisional khas Ternate yang terbuat dari batang bambu kering yang biasanya digunakan sebagai alat komunikasi di kebun.

Selain itu, ada juga promosi aset wisata sejarah dan wisata alam.

“Akan ada upacara adat penobatan putri raja Thailand di Ternate. GMT ini benar-benar menyedot perhatian banyak orang,” katanya.

Dari data Anwar, ada 1.157 orang yang sudah terkonfirmasi datang ke wilayahnya.

Tamu-tamu itu terbagi dalam kelompok peneliti, wisatawan, wartawan dan perseorangan.

“Itu angka sampai hari ini. Kemungkinan sampai hari H bisa bertambah," katanya.

Gerhana Matahari Total 2016 akan terjadi pada pukul 10.00 Waktu Indonesia Timur (WIT), yang mencakup wilayah Maluku Utara yang akan dibagi dalam sejumlah fase.

Pertama, piringan Bulan pertama kali  ‘menggigit’ piringan matahari, menandakan bermulanya gerhana.

Fase ini disebut Gerhana Matahari Sebagian. Ini terjadi pada pukul 08:36:03, dengan ketinggian matahari +28,6 derajat.

Fase kedua saat dimana hampir keseluruhan piringan matahari telah terhalangi piringan bulan.

Matahari akan menghilang dan langit akan menggelap seperti saat senja.

Di Kota Ternate, pukul : 09:51:37 AM ketinggian Matahari + 47,4 derajat.

Fase ketiga atau puncak Gerhana (Gerhana Matahari Total ), fase yang paling ditunggu yang akan berlangsung selama maksimal 2 menit.

Dengan durasi gerhana penuh, yang diperkirakan 2 menit 43 detik terjadi pada pukul : 09:52:58 AM ketinggian Matahari + 47,7 derajat.

Fase keempat, saat dimana kita akan kembali melihat silau matahari  menandakan piringan bulan sudah mulai bergerak  membuka piringan Matahari. Terjadi pada pukul 09:54:20 dengan ketinggian matahari + 48,0 derajat. (Acep Nazmudin)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved