Kamis, 9 April 2026

Sebanyak 70.000 Turis Tiongkok Puas Rayakan Imlek di Bali

Bali adalah Hub bagi destinasi wisata lain di Indonesia.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi. Perayaan Imlek 2016. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Sedikitnya, ada 70.000 wisatawan asal Tiongkok terpesona akan keindahan alam dan budaya Pulau Dewata.

Setidaknya, pernyataan itu disampaikan Konsulat Jenderal Tiongkok di Bali, Mr Hu Yinquan, saat menyambut sekitar 1.388 wisman dari Negeri Panda itu, ketika merayakan Tahun Baru Imlek 2016 di Bali, 10 Februari 2016.

"Kami akan fam-trip kan ke destinasi wisata lain, agar orang Tiongkok juga mengerti bahwa Indonesia itu luas dan alamnya luar biasa cantik,” kata Mr Hu penuh semangat, Jumat (12/2/2016).

Memang, lanjut dia, Great Bali adalah Hub bagi destinasi wisata lain di Indonesia.

Setelah mendarat ke Bali, menikmati hangatnya Bali, mereka bisa melanjutkan eksplorasi ke Lombok, Sumbawa, sampai Labuan Bajo Flores, tempatnya Pulau Komodo.

Ke Utara, bisa ke Kepulauan Derawan, Wakatobi (Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko), sampai Bunaken Manado dan Lembeh Bitung.

Ke arah barat, overland bisa menyeberang ke Banyuwangi, menyusuri jalur darat ke Bromo, Malang, Surabaya.

Bisa juga via udara ke Borobudur, Prambanan, Ratu Boko. Bisa juga ke Jakarta, Bandung, dan sekitarnya atau Batam, Bintan, Kepulauan Riau yang juga memiliki jejak peninggalan Laksamana Cheng Ho yang pernah berlayar menyusuri Aceh, Batam, Palembang, Jakarta, Cirebon, Semarang, Tuban, Surabaya sampai Bali.

"Saya yakin, jika melihat banyak destinasi wisata di Indonesia, banyak orang Tiongkok yang senang,” kata Mr Hu, yang didampingi I Gde Pitana, Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar dan Vincensus Jamedu, Asdep Asia Pacific di Bali.

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berterima kasih pada Konjen Mr Hu yang berinisiatif untuk melakukan familiarization trip.

Artinya, selain faktor promosi yang kuat melalui CCTV, CNS, Xinhua dan berbagai channel media di China, hubungan baik kedua negara juga menjadi salah satu kunci sukses.

Seperti diketahui, Arief Yahya sudah tiga kali bertemu dengan Chairman CNTA-China National Tourism Administration atau Menpar RRT, Mr Li Jinzao.

"Hubungan baik dan kerja sama kami dengan Mr Li Jinzao akan terus dikembangkan secara konkret,” kata Arief Yahya.

Peraih Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu menyebut, salah satu kekagetan Bali begitu dikunjungi sekitar 70.000 wisman asal Tiongkok adalah soal guide.

Pramuwisata yang mahir berbahasa Mandarin, mengerti adat istiadat dan budaya Bali.

"Karena itu, harus orang Bali atau orang yang lama tinggal di Pulau 1000 Pura itu. Kami sudah dijanjikan oleh Mr Li Jianzao untuk dibantu melatih para guide Indonesia berbagasa Mandarin,” katanya.

Arief Yahya menyampaikan soal rencana besar untuk memperkuat destinasi dengan sebutan, Jalur Cheng Ho.

"Mengembangkan titik-titik bersejarah yang pernah didarati oleh Laksamana Cheng Ho di Indonesia, yang sampai saat ini masih ada artefaknya. Saya yakin, begitu mengenal Indonesia, akan lebih banyak Wisman Tiongkok yang akan datang,” kata menteri, yang asli Banyuwangi, Jatim itu.

Sementara itu, Kadispar Bali, AA Gede Yuniartha Putra menambahkan, musim Imlek 2016 ini memang terasa detak wisatawan dari Tiongkok.

Di banyak tempat wisata terlihat mereka asyik dengan atmosfer Bali yang sangat khas.

“Suasana perayaan Imlek juga meriah. Mereka sangat menikmati, dan itu modal yang baik bagi mereka untuk saling bercerita dari mulut ke mulut,” kata Agung, yang menyebut Garuda Indonesia mengangkut 65 charter flights dan sejumlah 23.000 turis itu.

Jet Wing, salah satu maskapai China juga mengakut lebih dari 6.000 turis ke Bali.

"Responsnya sama, mereka sangat senang dengan suasana Bali. Kami semakin yakin, target 20 juta di tahun 2019 bakal tercapai, jika kita bisa menjaga dengan baik,” kata Agung.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved