Liga Inggris

Rio Ferdinand Pilih Jose Mourinho Daripada Ryan Giggs

Rio Ferdinand lebih memilih Jose Mourinho daripada Ryan Giggs sebagai suksesor Louis van Gaal.

Editor: Suprapto
AFP/Juara.net
Rio Ferdinand menyebut kegagalan Manchester United di Liga Champions sebagai sesuatu yang memalukan. 

WARTA KOTA, MANCHESTER— Rio Ferdinand berpikir Manchester United akan mengambil risiko besar jika menunjuk Ryan Giggs sebagai manajer mereka berikutnya. Eks bek tengah Setan Merah itu memilih Jose Mourinho sebagai suksesor Louis van Gaal.

Posisi Louis van Gaal sebagai bos Setan Merah telah dalam pengawasan serius dalam beberapa pekan terakhir. Semua setelah timnya melorot di tabel klasemen Premier League lalu ada ancaman tersingkir dari Liga Champions musim depan.

Jose Mourinho pun telah diklaim bakal jadi jadi suksesor Van Gaal jika ia dipecat. Walau Giggs, yang merupakan asisten pelatih asal Belanda itu, juga telah disebutkan kemungkinan bisa jadi pengganti Van Gaal.

Ferdinand, yang bermain bersama Giggs selama 12 tahun, mengakui pria asal Wales itu memiliki unsur tradisi lama dari eks klubnya. Tradisi yang dimaksud Ferdinand adalah bermain sepak bola yang menarik dan membuat semua itu melalui pemain muda. Tapi, dia mengakui itu akan menjadi sebuah perjudian.

”Nama Jose Mourinho semakin disebutkan. Jika Anda ingin seseorang yang punya karier dengan track record pernah memenangi Premier League dan berbagai negara lainnya, maka dia orangnya,” kata Ferdinand kepada media asal India, NDTV, saat dia sedang berada di negara itu.

”Tapi, jika Anda ingin seseorang yang mengerti filosofi, yang menghormati filosofi, lalu mengidentifikasi semuanya dengan fans, Giggs adalah pria itu. Dia juga tahu semua yang di dalam dan luar klub ini. Sayang, pilihan ini risikonya lebih besar,” lanjutnya.

Ferdinand memenangi Premier League enam kali selama sukses 12 tahun membela United di bawah Sir Alex Ferguson. Ferdinand bersama Giggs, mereka memainkan sepak bola paling menggembirakan dalam beberapa dekade. Sekarang, United bermain sepak bola lebih konservatif dan Ferdinand tidak menyukainya.

”Dari saat saya pergi, saya tahu itu akan sulit. Tapi, saya harapkan bakal ada yang lebih dan membaik,” kata Ferdinand, yang membuat 455 penampilan untuk Setan Merah. Saya harap tim ini melakukan perubahan besar di bawah manajer baru. Tapi, kami juga berharap akan menyukai metodenya,” cetus Ferdinand.

”Saya pikir masalah terbesar saat ini adalah gaya sepak bola. Jika Anda berbicara kepada siapa saja, itu masalah terbesar bagi orang-orang. Mereka bisa mengerti kadang-kadang tidak menang, tapi jika Anda bermain dengan cara yang benar, itu beda. Filosofi main seperti dulu yang diharapkan setiap orang dari Manchester United. Tapi, itu belum terjadi,” tandasnya. (juara.net)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved