Penggusuran Kalijodo

Biarpun Banyak Preman di Kalijodo, Negara Tak Boleh Kalah

Polda Metro Jaya mulai melakukan rapat koordinasi soal pembongkaran Kalijodo pada pekan depan.

Biarpun Banyak Preman di Kalijodo, Negara Tak Boleh Kalah
Kompas.com
Suasana siang hari di kawasan Kalijodo, Pejagalan, Jakarta Utara, Selasa (9/2/2016). Kawasan tersebut banyak berderet tempat hiburan malam. 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Polda Metro Jaya mulai melakukan rapat koordinasi soal pembongkaran Kalijodo pada pekan depan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Mohammad Iqbal, mengatakan, rapat pertama akan dilakukan pada Senin (15/2/2016).

"Polda sebagai leading sektor tentu dibackup dari Kodam Jaya. Nanti setelah itu ada tahap tahapnya. Prinsipnya Polda, Kodam selalu memback up program Pemerintah. Sebab program pemerintah tentunya untuk pembangunan.

"Tentunya ini tahapannya sosialisasi terus juga nanti akan melakukan mapping dan sebagainya, tunggu saja," kata Iqbal kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (12/2/2016).

Menurut Iqbal, soal adanya kekuatan preman disana, negara tak boleh kalah dengan kekuatan apapun.

"Kalau sampai ada tindak pidana (saat pembongkaran), kita tindak tegas," ujar Iqbal.(ote)

Persiapan 

Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi menyatakan ia berani menertibkan kawasan hiburan malam Kalijodo.

"Kalau saya enggak berani, enggak mungkin mau ngadain koordinasi sama teman-teman polisi, tentara gitu," ucap Rustam kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (12/2/2016).

Rustam menambahkan, untuk menghadapi preman yang menguasai kawasan Kalijodo, pihaknya perlu melakukan persiapan.

"Saya tahu banyak premannya, makanya perlu persiapan dulu," tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi dan Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi harus berani menertibkan kawasan Kalijodo.

Rencananya, Pemerintah Kota Jakarta Utara akan melayangkan surat edaran sosialisasi penertiban Kalijodo, hari ini.

"Pokoknya saya sudah tekankan Wali Kota. Kalau enggak berani, harus kami ganti," kata Basuki, di Balai Kota, Jumat (12/2/2016).

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved