Breaking News:

Kurang Menggembirakan, Pembangunan Jalan Inspeksi Jakpus Belum Sukses

Pembangunan jalan inspeksi merupakan bagian dari normalisasi kali.

Penulis: | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/dwi rizki
Pembangunan jalan inspeksi sebagai langkah pemecahan terhadap masalah banjir Ibu kota, nyatanya belum sukses, hingga saat ini. 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Pembangunan jalan inspeksi yang merupakan bagian dari normalisasi kali sebagai langkah pemecahan terhadap masalah banjir ibu kota, nyatanya belum sukses, hingga saat ini.

Tidak terkecuali Kotamadya Jakarta Pusat, tertundanya pembangunan jalan inspeksi di pusat kota tersebut dikarenakan berbagai alasan, mulai dari berdirinya bangunan liar hingga berbenturan dengan program revitalisasi masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Salah satu titik pembangunan jalan inspeksi Kali Ciliwung, yang tertunda berada di seberang Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) di Jalan Pejambon, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Pada lokasi ini, puluhan kontrakan terlihat padat berhimpitan di sempadan kali yang diisi oleh puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa beroperasi di kawasan Monumen Nasional (Monas) ataupun seputaran Masjid Istiqlal.

Memandang dari atas Jembatan Jalan Pejambon, terlihat bangunan semi permanen yang telah berdiri selama puluhan tahun itu memanjang sekitar 700 meter, mulai dari ujung Jalan Pejambon hingga ujung Jalan Perwira.

Tidak hanya terlihat kumuh lantaran bangunan liar berada di tengah gedung pemerintahan, museum dan kedutaan besar luar negeri, buruknya pemandangan pun dikarenakan padatnya puluhan gerobak ataupun pikulan milik pedagang yang bertengger di pinggir kali.

"Bangunan itu memang liar, karena adanya di pinggir kali-masuk jalur hijau. Dalam waktu dekat kita akan lakukan sosialisasi terkait penertiban, karena sesuai rencana, lokasi akan dijadikan jalan inspeksi mulai dari Jalan Perwira di belakang Pertamina sampai Jalan Pejambon," kata Abdul Salam, Lurah Gambir.

Terkendalanya proyek pembangunan jalan inspeksi diungkapkannya, tidak hanya pada titik Anak Kali Ciliwung di Jalan Pejambon sisi utara semata, tetapi juga terjadi pada beberapa titik aliran Anak Kali Ciliwung pada sisi selatan, yakni Jalan Pejambon, Belakang Kedutaan Besar RI hingga Jalan Prapatan, Tugu Tani.

"Pembangunan jalan inspeksi di titik selanjutnya ada pada penggunaan lahan RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat-red) dan Museum Kebangkitan Nasional. Pada titik ini pembangunan tidak bisa diselesaikan karena berdiri masjid dan bangunan, jadi bangunan harus dibongkar kalau (jalan inspeksi-red) mau dilanjutkan," tutupnya.

Sementara itu, terkait pembangunan jalan inspeksi Jalan Kalibaru Timur, tepatnya dekat Pasar Nangka, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kasudin Bina Marga Jakarta Pusat, Aris mengatakan pihaknya telah melakukan perbaikan jalan sementara. Hal tersebut dilakukan, mengingat kondisi jalan yang bermuara ke Jalan H Jiung, Kebon Kosong, Kemayoran itu sebelumnya dalam kondisi rusak berat.

"Jalan sementara kita perbaiki pakai hotmix kering atau scrapping aspal dengan luasan sepanjang 800 meter mulai dari perempatan Kalibaru-Pasar Nangka sampai ujung jalan, pertemuan dengan Jalan H Jiung. Kenapa saya bilang sementara, karena perbaikan jalan utuh baru akan dikerjakan setelah proyek pemasangan site pile PHB (saluran penghubung-red) Kalibaru selesai dilakukan, jadi jalan nggak rusak sama alat berat waktu pemasangan site pile," jelasnya.

Selanjutnya, usai site pile selesai dibangun oleh pihak Sudin Tata Air Jakarta Pusat, sesuai rencana, jalan akan dibeton seluruhnya dan dilapisi hotmix agar permukaan jalan mulus. Namun terlebih dahulu pihaknya akan melakukan uji kekuatan struktur jalannya, sehingga apabila konstruksi jalan dinilai bagus, perbaikan jalan cukup dilakukan dengan pengaspalan saja.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved