Breaking News:

Sebanyak 200 Anggota Laskar Merah Putih Geruduk PN dan Kejari Jakut Cari Pencatut LMP

Mereka protes terhadap otak pelaku yang mengaku-ngaku sebagai ketua umum LMP.

Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Sebanyak 200 anggota organisasi masyarakat (Ormas) Laskar Merah Putih (LMP) menggeruduk Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara, Jalan Enggano, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (10/2/2016). 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- Sebanyak 200 anggota organisasi masyarakat (Ormas) Laskar Merah Putih (LMP) menggeruduk Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara, Jalan Enggano, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (10/2/2016).

Mereka protes terhadap otak pelaku yang mengaku-ngaku sebagai ketua umum LMP dan melakukan penghalangan, penyerangan, dan penganiayaan terhadap petugas Kantor Pelayanan Bea dan Cukai, di Gudang Kontainer PT Perkasa Tangguh Mandiri (Pertama), di Jalan Raya Cakung Cilincing (Cacing), Jakarta Utara, yakni BT alias Bahtiar, Rabu (7/10/2015) lalu, yang tidak diadili di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.

Terpantau sejumlah anggota LMP membawa beberapa karton warna-warni bertuliskan protes mereka. Mereka memulai aksinya di PN Jakarta Utara.

Dalam aksinya, mereka menganggap pihak PN Jakut dan Kejari Jakut tak mengadili atau belum menyidangkan Bahtiar, yang merupakan otak penyerangan terhadap petugas Kantor Pelayanan Bea dan Cukai, di Gudang Kontainer PT Perkasa Tangguh Mandiri (Pertama), dan mengaku-ngaku selaku Ketua Umum LMP.

Aksi mereka pun juga diawasi beberapa personel kepolisian. Lantaran tak ada jadwal digelarnya persidangan Bahtiar, ratusan anggota LMP langsung berbondong-bondong bertemu dengan pihak Kejari Jakut.

"Kami datang karena hingga saat ini baru empat anak buah dari mantan anggota LMP yang diproses dan dalam prsidangan di Pengadilan Jakut. Tapi otaknya (Bahtiar) kok enggak. Pake ngaku-ngaku sebagai Ketua Umum LMP lagi. Ilegal itu!" teriak salah anggota LMP di Kejari Jakut.

Mereka pun meminta pihak Kejari untuk melimpahkan berkas Bahtiar ke PN Jakut.

"Kami meminta otak pelaku penyerangan terhadap anggota Bea Cukai harus disiapkan berkasnya oleh Kejari Jakut, dan dilimpahkan ke PN Jakut," teriaknya kembali.

Jumala, selaku Wakil Ketua Umum (Waketum) Organisasi Kaderisasi dan Keangotaan (OKK) LMP mengatakan, kedatangannya dimaksud untuk meminta pihak kejaksaan segera menyerahkan berkas tersangka yang mengaku sebagai Ketua Umum Laskar Merah Putih, yakni Bahtiar ke PN Jakut.

"Kedatangan kami dimaksudkan untuk meminta kepada pihak kejaksaan segerah menyerahkan berkas tersangka yang mengaku sebagai ketua umum laskar merah putih Bahtiar ke pengedalian."

"Bahtiar itu harus segera disidangkan Sebab, Bahtiar ini diduga otak dibalik penganiayaan tersebut. Jadi, saya dapat informasi dalam persidangan jangan cuma anak buahnya saja yang disidangkan tapi pelaku utamanya juga disidangkan," paparnya.

Ia mengatakan, Bahtiar yang mengaku-ngaku sebagai Ketua Umum LMP, membuat nama LMP menjadi tercoreng.

"Ini sudah mencoreng nama LMP. Bagimana pun yang dilakukan anak buah, pasti ada pelaku utama. Tapi kenapa pelaku utama tidak disidangkan, justru dia korbankan anak buah sebagai pelaku penganiayaan. Ini tidak benar,"

Ia mengungkapkan, pihaknya akan melakuakn aksi moral, apabila tuntutannya tidak segera depenuhi oleh Kejari Jakut.

Hal itu dilakukan demi mengembalikan citra dan nama baik LMP.

"Ya dia (Bahtiar) sudah di catut nama LMP. Kami bakalan melakukan aksi moral dengan akumulasi masa sebanyak mungkin, dan akan meminta pihak PN Jakut untuk segera diadili."

"Apabila PN Jakut tidak mengabulakan, kami akan tindaklanjuti ke pengadilan tinggi negara sampai selesai. Ini demi mengembalikan citra nama baik Laskar Merah Putih! Hidup Laskar Merah Putih!" katanya.

Diketahui, Bahtiar diduga menjadi otak penganiayaan kepada petugas Bea cukai sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok sejak (17/10/2015)

"Ketika mengetahui adanya laporan tindak penganiayaan, justru kami langsung melakukan penangkapan dan melakukan penyelidikan. Sehingga, dapat menetapkan Bachtiar sebagai tersangka," ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Victor Inkiriwang saat dikonfirmasi (10/02/2016)

Kini ke empat pelaku penganiayaan, CM (50) mengaku panglima, MI (47) A alias D (54) MSN (62) statusnya sudah menjadi terdakwa.

Sementara itu, Ketua Umum Laskar Merah Putih gadungan, Bahtiar masih menjadi saksi dalam penganiayaan tersebut.

Kelimanya terancam Pasal 241 junto 212 dsubsider 170 dan pasal 351 subsider 335 ancaman 7 tahun penjara.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved