Breaking News:

Hadapi Puncak Musim Hujan, Depok Sebar 110 Personel Satgas Banjir

Depok telah menyebarkan sebanyak 110 personel satgas banjir.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Gede Moenanto
TMC/BGasstruss
Ilustrasi. Tumpukan sampah di kali. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Dalam menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan terjadi mulai Februari 2016 ini, Dinas Bina Marga Sumber Daya (Dibimasda) Depok telah menyebarkan 110 personel satgas banjir.

Mereka bertugas melakukan pembersihan dan perbaikan di sejumlah aliran sungai dan saluran air yang ada di wilayah Depok.

Kepala Dinas Bimasda Depok Manto menuturkan para satgas banjir ini juga dilengkapi dengan sejumlah peralatan dan perlengkapan dalam bekerja.

"Mulai dari ekskavator, perahu karet, dan pompa air juga siap difungsikan untuk mengantisipasi banjir. Mereka akan membersihkan sampah, yang menumpuk dan menutup aliran sungai serta saluran air," kata Manto, Rabu (10/2/2016).

Menurut Manto, jumlah personel yang terbatas dan kurang memadai ini diharapkan sedikit banyak mampu mengurangi ancaman banji di 55 titik rawan banjir di Depok setiap musim penghujan tiba.

"Kami juga siapkan alat berat untuk mengeruk situ yang perlu dikeruk. Selain itu dana tanggap darurat bencana juga kami siapkan," kata Manto.

Rp 85 Miliar

Manto menuturkan sekitar Rp 85 Miliar telah dianggarkan oleh Pemerintah Kota Depok untuk mengatasi dan mengantisipasi banjir yang mungkin terjadi di sejumlah wilayah Kota Depok di musim hujan di awal tahun 2016 ini.

Dana itu akan digunakan untuk perbaikan sejumlah titik aliran sungai, beberapa situ serta membangun turap.

"Selain perbaikan sungai, situ dan bangun turap, dana itu juga dimungkinkan untuk pembangunan atau perbaikan jembatan sekalipun," kata Manto.

Menurut Manto, masalah utama banjir di Depok sebenarnya adalah belum semua situ di Depok dinormalisasi atau diperbaiki.

Karenanya resapan air tidak maksimal dan membuat sejumlah wilayah berpotensi tergenang banjir.

Menurutnya, guna menormalisasi 23  situ yang ada di Depok membutuhkan dana Rp 450 miliar. Dana itu mestinya dikucurkan Pemerintah Pusat karena sudah diajukan Pemkot Depok beberapa tahun lalu.

Karenanya, kata dia pihaknya saat ini berupaya menekan potensi banjir dengan melakukan perbaikan sejumlah titik aliran sungai dan situ.

"Yang kita lakukan juga membuat kiriman air ke Jakarta tidak sebanyak sebelumnya. Jadi kami membantu mengurangi potensi banjir di Jakarta juga," kata dia.

Menurut Manto, upaya menekan banjir juga dilakukan pihaknya dengan mengeruk gulma dan eceng gondok yang memenuhi sejumlah situ di Depok.

"Kita keruk kedalamannya agar maksimal sebagai resapan air," kata dia.

Menurutnya pihak Pemkot Depok sudah memiliki alat berat berupa ekskavator amphimi untuk melakukan hal itu dan sudah melakukan pengerukan secara berkala di Situ

"Jadi kita sudah punya alat berat sendiri untuk minimal bisa membuang sampah yang menyangkut di tiang-tiang jembatan sungai dai pinggirann sungai," ujarnya.

Seperti diketahui Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada 2016 ini, puncak musim hujan akan terjadi di bulan Februari  

Selain menyiapkan tenaga, alat berat, dan dana, Manto meminta masyarakat ikut berperan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

"Untuk menghadapi puncak musim hujan ini, gak ada kata lain kami mengajak seluruh warga tak buang sampah ke sungai, parit, atau situ," katanya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved