Banyak Titik Belum Dilakukan Fogging

Fogging belum dilakukan secara merata di daerah-daerah yang terjangkit wabah DBD.

Banyak Titik Belum Dilakukan Fogging
Warta Kota/henry lopulalan
Ilustrasi fogging 

WARTA KOTA, TANGERANG -- Pemerintah Kabupaten Tangerang mengakui, pemerintah belum melakukan fogging secara merata di daerah-daerah terjangkit demam berdarah dengue (DBD).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, DBD di Kabupaten Tangerang kian merebak. Hingga Jumat (5/2/2016),

tercatat sudah ada 13 orang yang meninggal dari total 359 pasien mulai tanggal 1 sampai 31 Januari.

Memasuki pekan kedua bulan Februari, jumlah kasus sudah bertambah 76 kasus. Dua diantaranya meninggal, sehingga menggenapkan jumlah korban jiwa menjadi 15 orang.

"Permintaan fogging memang banyak, tapi kami tidak bisa lakukan secara bersamaan karena keterbatasan alat fogging, " ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Naniek Isnaneni, Rabu (10/2/2016).

Naniek merinci, seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Tangerang sudah memiliki alat fogging.

"Tiap puskesmas ada satu alat fogging. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang sendiri punya empat," kata Naniek.

Menurut Naniek, pihaknya tengah fokus melakukan fogging di lima kecamatan yang paling parah, yakni Balaraja, Sindang Jaya, Pasar Kemis, Cikupa, dan Panongan.

"Untuk daerah lain yang sudah meminta fogging tapi belum ada tindakan, bisa memininalisir bertambahnya kasus demam berdarah dengan cara menerapkan 3M dan hidup sehat, " katanya.

Naniek menuturkan, sebetulnya fogging sendiri bukanlah solusi utama memberantas DBD.

"Karena fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa saja, jentiknya tidak mati. Belum lagi kalau ada nyamuk di suatu tempat terjangkit yang sudah kebal dengan obat fogging," katanya.

Penulis: z--
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved