Perayaan Imlek
Warga di Vihara Bahtra Bhakti Ancol Bukan PMKS
Puluhan warga tersebut bukanlah seorang penyandang masalah kesejahteraan sosial, melainkan ibu rumah tangga, pemulung, dan pembantu rumah tangga
WARTA KOTA, PADEMANGAN - Kepala Seksi (Kasie) Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Kota Administrasi Jakarta Utara, Widia Rusiana, mengaku pihaknya melakukan pemantauan hingga interview para warga yang tengah meminta sedekah di Vihara Bahtra Bhakti Pasir Putih Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Menurut Widia, puluhan warga tersebut bukanlah seorang penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), melainkan ibu rumah tangga, pemulung, dan pembantu rumah tangga.
"Mereka semua rata-rata bekerja sebagai ibu rumah tangga dan pembantu. Kebanyakan memang pembantu rumah tangga harian. Mereka membawa anak-anak mereka lantaran anak-anak itu kan tengah libur sekolah. Saya sudah interview mereka satu per satu," kata Widia kala dikonfirmasi wartakotalive.com, Senin (8/2).
Ia pun membantah, apabila sekitar puluhan lebih warga tersebut menganggu para jema'at Vihara Bahtra Bhakti.
Apabila mengganggu, pihaknya pun tak segan-segan mengangkutnya.
"Semuanya itu tidak mengganngu jema'at Vihara, karena kami pun sudah mengerahkan 23 personel P3S, diantaranya 20 personil P3S dan 3 PNS. Kalau mereka menganggu dan membuat risih para jema'at anak buah saya langsung angkut ke mobil krangkeng. Jadi kami sudah beri himbauan ke mereka," paparnya.
Ia menambahkan, PMKS di Perayaan Imlek tidak nampak di Jakarta Utara.
Namun dirinya membenarkan, Orang dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) lebih marah di titik Hailai Ancol, Jakarta Utara.
"Pengemis masalahnya hanya musiman. Kami siap lakukan pengawasan, pengamanan hingga patroli di setiap jalan protokol dan tempat sarana dan prasarana umum lainnya di wilayah Jakarta Utara," tutupnya. (BAS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160208berharap-sedekah-puluhan-warga-tongkrongi-vihara-bahtra-bhakti-pasir-putih-ancol2_20160208_141145.jpg)