Kamis, 9 April 2026

Markas Bergabung dengan Pelayanan, Polda Metro Jaya Rawan

Kondisi lingkungan Polda Metro Jaya kini semakin padat karena markas dan pelayanan masyarakat digabung dalam satu lokasi.

Istimewa
Inilah Ambulance yang disiagakan Biddokkes Polda Metro Jaya untuk menangani orang yang sakit saat banjir menggenangi wilayah tempat tinggalnya. 

WARTA KOTA, SEMANGGI-Polda Metro Jaya berada dalam posisi rawan dan dilematis saat ada ancaman teror. Penyebabnya kondisi Polda Metro Jaya kini bergabung antara markas dan pelayanan masyarakat. Di dalamnya ada lokasi pembuatan BPKB, SKCK, dan STNK.

Sementara itu ada pula tempat penyidikan di reserse, ruang tahanan, maupun markas untuk anggota Sabhara.

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengakui kondisi ini.

"Saya kira dilematis. Di satu sisi kantor ini menjadi kantor pelayanan publik, BPKB, SKCK, STNK. Saya sedang meminta mengkaji. Rapat bersama. Supaya betul-betul bisa diperbaiki," kata Tito kepada wartawan saat simulasi pengamanan terorisme di Polda Metro Jaya, Jumat (5/2/2016).

Suatu saat, Polda Metro Jaya harus memisahkan antara markas dan pelayanan. Pelayanan perlu ditempatkan terpisah dan tak menjadi satu dengan markas.

Beberapa yang sudah dipisahkan antara lain Satpas SIM yang kini ditempatkan di Daan Mogot, Jakarta Barat.

Pantauan Wartakotalive.com, akibat bergabungnya markas dan pelayanan di Polda Metro Jaya, setiap hari mobil-mobil kesulitan mendapatkan tempat parkir. Perlu berulang kali berputar saampai akhirnya mendapat parkir.

Bahkan mereka yang kesulitan, akhirnya mencari kantung-kantung parkir di gedung-gedung seputar SCBD yang berada di belakang Polda Metro Jaya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved