Breaking News:

Hindari Razia Satpol PP, Joki Three In One Nyemplung dan Sembunyi di Saluran Air

Ada berbagai cara joki three in one hindari razia, termasuk sembunyi di saluran air.

Penulis: | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi kumpulan joki three in one. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Maraknya joki three in one di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan membuat aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Kebayoran Baru melakukan operasi. Para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) itu mempunyai trik untuk mengelabui para petugas.

Belasan petugas Satpol PP terlihat kucing-kucingan dengan para joki three in one itu. Seperti Pantauan Warta Kota di Jalan Sriwijaya, ada dua joki three in one yang mengumpat di saluran air. Namun, berhasil diamankan petugas.
"Yang kabur-kaburan banyak, tapi yang gagal ketangkep cuma satu, itu joki three in one. Tadi ada juga joki yang lompat ke saluran air tapi berhasil kita amankan," kata Kasatgas Pol PP Kecamatan Kebayoran Baru, Daniel Hutajulu saat operasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/2/2016).
Tak hanya itu, ada seorang joki three in one yang berpura-pura sebagai tukang ojek. Karena meresahkan, dia bersama motornya ditahan di Kantor Kecamatan Kebayoran Baru. Ada pula dua orang ibu-ibu yang membawa anak-anaknya di Jalan Senjaya 3 untuk meminta-minta sebagai pengemis.
Setidaknya, dari Jalan Senopati, Jalan Patimura, Jalan Pakubuwono, dan Jalan Bulungan sebanyak 21 para joki three in one berhasil terjaring oleh Satpol PP.
"Sisanya Joki 3in1 terjaring di Jalan Bulungan satu orang, Jalan Pakubuwono satu orang, Jalan Hangtuah empat orang, Jalan Patimura delapan orang, dan Jalan Sriwijaya satu orang," katanya.
Pembinaan

Setelah didata dan dibuatkan surat pernyataan, Seluruh Joki three in one dan PMKS yang terjaring dihukum berbaris di lapangan sambil menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta lagu nasional Padamu Negeri dan Satu Nusa Satu Bangsa sembari hormat ke arah tiang bendera.
"Nantinya akan di bina di panti sosial. Sehingga, ketika sudah keluar mereka bisa lebih bermanfaat," kata Edy.
Menurutnya, kebanyakan para joki three in one bukan lah warga Kebayoran Baru. Melainkan dari beberapa daerah seperti Bogor dan Depok. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus melakukan operasi terhadap PMKS dan Joki three in one.
"Sekarang joki three in one bukan dari warga Kebayoran Baru. Sudah sadar warga karena sering terjaring," katanya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved