Gratiskan Ongkir, Shopee Targetkan Tiga Kali Lipat Pengunduh
Belum ada kepastian akan sampai kapan program ini dijalankan, karena kami ingin mendengar masukan dari konsumen,
Penulis: |
WARTA KOTA, SENAYAN - Shopee menggratiskan pengiriman barang yang dipesan melalui situs belanja online itu ke seluruh penjuru tanah air mulai Februari 2016. Sejak diluncurkan pada Desember 2015 lalu, aplikasi mobile marketplace itu telah diunduh sekitar 2 juta pengguna smartphone.
Rainal Lu, Regional Managing Director Shopee mengatakan bahwa sebelum program itu dijalankan, mereka telah lebih dulu menggelar percobaan pengiriman gratis di wilayah Jawa dan Sumatra. Program itu kemudian diperluas bagi seluruh pulau di Indonesia, melalui Kalimantan, Sulawesi, hingga ke Papua.
Hasilnya, di seluruh platform, penjual sudah mendapatkan pembeli baru dari 100 lebih kabupaten. “Ada juga penjual yang sudah mendapatkan hingga lima kali peningkatan penjualan,” tuturnya saat rilis program Gratis Ongkir, di Jakarta, Kamis (4/2).
Menurut Rainal, layanan Gratis Ongkir itu diberikan karena mereka melihat kendala logistic adalah hambatan yang cukup kuat bagi orang ketika berbelanja dan membuka usaha secara online. Layanan Gratis Ongkir ke seluruh wilayah Indonesia itu berlaku mulai Februari 2016 ini.
Shopee menggandeng JNE Ekspres untuk memastikan pengiriman barang dalam program Gratis Ongkir ini. Shopee memberikan Gratis Ongkir bagi semua produk yang ditawarkan di aplikasi ini dengan biaya kirim hingga senilai Rp80.000, jika biaya kirim lebih dari itu, maka biaya ditanggung pembeli.
"Belum ada kepastian akan sampai kapan program ini dijalankan, karena kami ingin mendengar masukan dari konsumen, bagaimana program ini. Kalau bagus, ada kemungkinan akan diteruskan," imbuhnya.
Shopee telah tersedia di Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Philipina dan Taiwan. Di Indonesia, sejak diluncurkan Desember 2015, aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 2 juta kali, dan lebih dari 1 juta produk dari Indonesia telah terdaftar di aplikasi ini, seperti produk fashion, kecantikan, dan elektronik. “Kami berharap hasilnya bisa 2-3 kali lipat dari kondisi saat ini,” kata Rainal.
Eri Palgunadi, Vice President of Marketing JNE mengatakan bahwa program Gratis Ongkir ini cukup baik dan membantu para penjual maupun pembeli dari produk UKM (usaha kecil menengah). “Ongkir ke beberapa daerah, seperti di kawasan Indonesia Timur bisa lebih mahal dari harga barangnya. Sehingga dengan adanya program ini semakin banyak pilihan bagi pembeli, karena banyak penjual dari UKM yang tertarik bergabung,” tuturnya.
Eri menilai, bisnis e-comerce di Indonesia saat ini luar biasa besar potensinya. Mulai muncul sejak 2007—2008, bisnis e-commerce mengalami booming pada 2010 dan terus berlanjut hingga sekarang. “Sampai sekarang terus terjadi pertumbuhan, angkanya bisa sampai 30 persen per tahun,” tuturnya.
JNE sendiri, kata Eri, kini memiliki 5.000 titik layanan dengan total shipment sebanyak 13 juta per bulan. Jika diambil rata-rata perbulan 12 juta saja, maka itu artinya ada 300 pengiriman barang setiap detik. “Sekarang ini, 70 persen shipment kami dari bisnis e-commerce, itu terjadi seiring perkembangan telekomunikasi, terutama maraknya smartphone,” kata Eri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160205-sopee_20160205_055428.jpg)