Breaking News:

Pencurian Motor

Begal Motor Asal Lampung Didor Polisi Saat Kabur dan Loncat ke Kali

Niman (29) berjalan terpincang di Mapolsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (5/2/2016) sore karena kanannya ditembak polisi, Kamis dini hari.

Penulis: | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Bintang Pradewo
Niman (29) berjalan terpincang di Mapolsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (5/2/2016) sore. Kaki kanannya ditembak polisi saat kepergok ingin mencuri sepeda motor di Jalan Swadarma Raya gang Ma anan RT 14/03, Ulujami, Pesanggrahan, Kamis (4/2/2016) dini hari. 

WARTA KOTA, PESANGGRAHAN - Niman berjalan terpincang di Mapolsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (5/2/2016) sore. Kaki kanan pria berusia 29 tahun itu ditembak jajaran Polsek Pesanggrahan saat tepergok ingin mencuri sepeda motor di Jalan Swadarma Raya gang Ma'anan RT 14 RW 03, Ulujami, Pesanggrahan, Kamis (4/2/2016) dini hari.

Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Afroni mengatakan pria yang sehari-hari tidak memilik pekerjaan itu ingin mencuri sepeda motor Honda Beat B 4530 BCL milik Wahidin (29). Kejadian berawal saat korban sedang bermalam di rumah temannya.

Saat memarkirkan motornya di depan pintu kontrakan temannya, korban meninggalkan sepeda motor kesayangannya itu. Tak beberapa lama, korban sadar dan melihat motornya telah hilang.

Setelah dicari, korban yang melihat motornya sedang dibawa pelaku bersama tiga pelaku lainnya. Lalu mereka meneriaki maling sehingga pelaku bersama komplotannya melarikan diri meninggalkan motor curiannya.

Petugas patroli Polsek Pesanggrahan yang mengetahui kejadian itu bersama warga langsung mengejar pelaku. Pelaku yang mencoba melarikan diri sempat melompat ke dalam Kali penghubung Kuangan.

"Tersangka kami lumpuhkan ka‎rena saat ditangkap melakukan perlawanan," kata Afroni di Mapolsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (5/2/2016).

Dari pengakuan tersangka, dia sudah enam bulan selalu mengantungkan hidup menjadi komplotan begal yang berasal dari Lampung. Mereka bersama rekan-rekannya masih menggunakan metode konvensional yaitu membawa golok untuk menakut-nakuti korbannya.

"Pelaku membawa golok untuk berjaga-jaga kalau korban melawan. Kebanyakan korban dari para pelaku adalah ibu-ibu," ucapnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, mereka sudah lima kali melakukan aksi pencurian dengan pemberatan. Barang-barang hasil curian dijual ke Pandeglang, Banten dengan harga Rp 2 juta untuk satu motor.

"Barang bukti ada empat sepeda motor, sebuah golok bersama sarungnya. Serta peralatan letter T untuk mencuri motor berhasil kami amankan," ucapnya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara. Guna penyelidikan kasus ini masih diproses di Mapolsek Pesanggrahan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved