Korupsi UPS

Ongen Sangaji Yakin ada Tujuh Tersangka Baru Kasus UPS

Ketua Fraksi Hanura di DPRD DKI, Muhammad 'Ongen' Sangaji, menghadiri persidangan kasus dugaan korupsi UPS

Ongen Sangaji Yakin ada Tujuh Tersangka Baru Kasus UPS
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Ketua Fraksi Hanura di DPRD DKI, Muhammad Ongen Sangaji, menghadiri persidangan kasus dugaan korupsi Uninterruptible Power Suply (UPS), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (4/2) siang. 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Ketua Fraksi Hanura di DPRD DKI, Muhammad 'Ongen' Sangaji, menghadiri persidangan kasus dugaan korupsi Uninterruptible Power Suply (UPS), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (4/2) siang.

Ia mengaku hadir untuk memantau jalannya persidangan yang akan dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, sebagai saksi dalam kasus tersebut.

"Saya selalu hadir setiap persidangan kasus UPS. Saya benar-benar ingin mengetahui kasus ini sebenar-benarnya seperti apa," kata Ongen ditemui Warta Kota, di lobby persidangan Tipikor, Kamis (4/2),

Ia berharap dengan berjalannya persidangan, para saksi maupun tersangka bisa memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya.

Agar persoalan kasus UPS tersebut, bisa cepat selesai dan diketahui siapa yang salah sebenarnya.

"Semakin lama, sidang ini semakin terang benderang. Sudah sangat jelas, saya yakin nanti ada lagi jumlah pelakunya bertambah, dari eksekutif tiga orang dan legislatif empat orang, jadi total tujuh tersangka baru," katanya.

Sebelumnya, Anggota DPRD DKI, Fahmi Zulfikar dan M. Firmansyah, ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi pengadaan UPS pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2014.

Kedua tersangka itu ditetapkan oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.

Fahmi Zulfikar, merupakan anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Hanura.

Sedangkan, Muhammad Firmansyah, merupakan mantan anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Demokrat.

Mereka menjabat sebagai anggota DPRD DKI periode 2009-2014.

Penetapan tersangka itu merupakan runtutan dari pihak Bareskrim Mabes Polri yang menetapkan Kasi Sarana dan Prasarana Sudin Pendidikan Menengah DKI Jakarta, Alex Usman dan Kepala Dinas Olahraga DKI Jakarta, Zaenal Soelaiman, sebagai tersangka pengadaan uninterruptible power supply (UPS) pada APBD 2014.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved