Sabtu, 11 April 2026

Jumlah Pasien DBD di RSUD Budhi Asih Mengalami Penurunan

Selama bulan Januari 2016 kemarin, pasien yang menjalani perawatan mencapai 29 orang.

Penulis: Junianto Hamonangan |

WARTA KOTA, JATINEGARA -- Tidak seperti tempat lainnya, jumlah pasien penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budhi Asih, Jakarta Timur mengalami penurunan.

Selama bulan Januari 2016 kemarin, pasien yang menjalani perawatan mencapai 29 orang.

"Secara data, belum ada peningkatan signifikan jumlah pasien DBD. Justru jumlahnya menurun jika dibandingkan dalam periode yang sama yakni 41 pasien," ungkap Direktur RSUD Budhi Asih Ida Bagus Nyoman Banjar, Rabu (4/2).

Bagus mengungkapkan fenomena musim hujan seperti sekarang ini memang rawan penyebaran penyakit DBD. Bahkan apabila diperhatikan, waktu seperti sekarang ini menjadi puncak banyak penderita penyakit DBD.

"Jumlah pasien biasanya meningkat pada bulan Januari sampai Maret, kemudian turun pada saat musim kemarau tiba. Nanti pada saat menjelang akhir tahun, jumlahnya kembali merangkak naik," katanya.

Namun demikian khusus kejadian kali ini, berkurangnya jumlah pasien DBD di RSUD Budhi Asih juga disebabkan musim hujan yang tidak menentu. "Tahun ini musim hujan sedikit terlambat datangnya sehingga kita juga belum banyak menerima jumlah pasien DBD. Data terkini pasien DBD di RSUD Budhi Asih berjumlah 19 orang," jelasnya.

Selain itu peran petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di tingkat kelurahan yang rajin membersihkan saluran, juga membantu mencegah jentik nyamuk yang menyebabkan penyakit DBD. Sehingga jumlah penderita penyakit DBD bisa ditekan semaksimal mungkin.

Dalam kesempatan tersebut Bagus juga menuturkan pihaknya sudah siap mengantisipasi apabila kedepan ada lonjakan penderita penyakit DBD di RSUD Budhi Asih. Salah satunya menyediakan tempat tidur tambahan apabila ada banyak pasien yang harus menjalani rawat inap.

"Kami sudah siap untuk mengantisipasi kedepannya penanganan pasien DBD. Untuk tenaga medis masih standar namun apabila ada lonjakan, kita bisa berkoordinasi dengan Akper (Akademi Keperawatan) yang ada di Jakarta untuk membantu penanganan," katanya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved