Sabtu, 25 April 2026

Virus Zika

Rentan Terkena Zika, Dinkes: Ibu Hamil Intensif Periksa Kehamilan

Dinas Kesehatan DKI mulai meningkatkan antisipasi penyebaran virus zika. Khususnya kepada para wanita-wanita hamil yang rentan terkena virus tersebut.

Penulis: Mohamad Yusuf |

WARTA KOTA, GAMBIR - Dinas Kesehatan DKI Jakarta, mulai meningkatkan antisipasi penyebaran virus zika. Khususnya kepada para wanita-wanita hamil yang rentan terkena virus tersebut.

"Orang hamil tapi dengan tanda-tanda DBD (demam berdarah dengue), cikunguya, atau zika, harus melakukan pemeriksaan lebih intensif agar bisa diantisipasi," kata Kusmedi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI, ketika dihubungi Warta Kota, Rabu (3/2/2016).

Antisipasi tersebut, lanjut Kusmedi, seharusnya tidak dilakukan hanya oleh pihak Dinkes saja.

Pasalnya, harus turut peran serta mulai dari masyarakat, hingga pemangku wilayah, camat maupun kelurahan.

"Untuk antisipasi virus zika sebenarnya sama saja dalam mengantisipasi DBD dan cikunguya. Karena sama-sama penyebabnya dari nyamuk Aedes Aegypti," katanya.

Karena itu, sejak awal Januari 2016, pihaknya telah meningkatkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh wilayah.

Dalam dua minggu kedepan di bulan Februari ini pun, pihaknya setiap hari akan terus turun ke lapangan bersama-sama masyarakat untuk melakukan PSN.

"Sebenarnya DKI gorong-gorongnya dan kebersihannya sudah cukup terbantu dengan adanya PPSU (Penanganan Prasarana Sarana Umum). Berarti sekarang tanggungjawab kebersihan di rumah masing-masing. Karena itu kita harus melakukan PSN masing-masing," katanya.

PSN bisa dilakukan dengan menguras bak mandi, genangan air hujan, genangan di pot, dispense, kolam, pakaian yang digantung.

Termasuk dengan kebersihan khususnya di sekolah-sekolah. Pasalnya, angka kejadian kebanyakan pada yang berusia 7 hingga 13 tahun.

"Jumantik di sekolah harus diaktifkan," tegasnya.

Sementara, untuk daerah rawan DBD, menurut Kusmedi, berada di tiga wilayah. Yaitu Durensawit (Jakarta Timur), Kebayoranlama (Jakarta Selatan), dan Cengkareng (Jakarta Barat).

"Daerah tersebut rawan, karena warganya tidak kooperatif. Saat petugas untuk melakukan jumantik. Karena itu, kami harap warga juga turut peran serta untuk memberantas sarang nyamuk di lingkungannya," katanya.

Daerah Rawan DBD
#Durensawit, Jakarta Timur
#Kebayoranlama, Jakarta Selatan
#Cengkareng, Jakarta Barat

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved