Citizen Journalism
Perlunya Membangun Karakter pada Anak
Mengapa membangun karakter perlu diajarkan pada masa kecil atau anak-anak?
WARTA KOTA, PALMERAH - Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa kata karakter berarti:sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain, tabiat atau watak.
Jadi karakter merupakan salah satu hal yang penting bagi perilaku kehidupan seseorang, apakah karakter itu yang dibentuk bersikap baik atau tidak tergantung pada perilaku yang dilakukannya atau dikerjakannya.
Mengapa membangun karakter perlu diajarkan pada masa kecil atau anak-anak?
Salah satunya karena pada masa tersebut anak-anak masih dengan mudah dan cepat mengubah karakter yang kurang baik atau tidak baik menjadi baik dibandingkan perubahan karakter yang terjadi pada orang dewasa, sehingga diharapkan membangun karakter pada usia dini jelas lebih optimal dan maksimal dibandingkan masa dewasa.
Lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat merupakan elemen dan unsur yang penting dalam pembentukan karakter pada anak.
Lingkungan keluarga memberi pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku atau karakter yang dimiliki seorang anak maupun kemampuan anak untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Upaya membangun karakter pada anak tidak terjadi secara spontanitas atau tiba-tiba, tetapi telah dimulai sejak anak berada pada kandungan ibunya.
Anak telah memiliki temperamen dasar dari kedua orangtuanya, kemudian karakter itu semakin terbentuk ketika anak tersebut mengamati perilaku orang-orang yang ada di sekitarnya. Secara otomatis anak akan meniru perilaku yang telah dilihatnya. Anak akan secara aktif meniru perilaku yang ia amati dari lingkungan sekitarnya. Jadi pada awalnya tidak ada anak yang nakal atau mempunyai perangai yang kurang baik.
Lingkungan sekolah juga memegang peranan yang sangat penting.
Pendidikan agama dan budi pekerti yang diajarkan memberikan kontribusi atau sumbangan yang baik bagi pembentukan karakter dengan nilai-nilai spiritual atau keohanian agar bila menjadi dewasa anak tersebut siap menerapkan pribadi dengan karakter yang baik di tenggah masyarakat luas.
Perkembangan teknologi yang semakin canggih juga memengaruhi perilaku anak.
Penggunaan teknologi seperti gadget, handphone atau laptop yang berlebihan akan membuat karakter anak cenderung menjadi pribadi yang invidualis.
Hal ini akan berbahaya sekali karena efek jangka panjang selanjutnya anak tersebut akan sulit bersosialisasi dengan orang lain sehingga anak tersebut lebih senang menyendiri, merasa terganggu dengan kehadiran orang lain.
Untuk menghindari kemungkinan semacam itu, orangtua harus mengajarkan anak menggunakan gadget secara bijak dan arif di samping mengutamakan pelajaran di sekolah.
Orangtua hendaknya menyiapkan waktu yang berkualitas untuk berkumpul dalam keharmonisan keluarga, misalnya orangtua bermain dengan anak, dapat memberikan kontribusi positif yang sangat penting.
Di sinilah pentingnya peran orangtua dan guru dalam mengevaluasi dan mengimplementasikan karakter pada anak, sehingga pembinaan karakter yang positif pada anak dapat membentuk pribadi yang positif bila anak tersebut memasuki masa dewasa dengan perangai yang baik.

Hendrawan,
Wiraswasta