Breaking News:

Penganiayaan

Anggota Fraksi PDP DPR Pukuli Cewek, Dilaporkan ke LBH Perempuan

Dita Aditia, staf ahli Masinton Pasaribu yang merupakan anggota DPR RI Komisi III, mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK Jakarta

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Suprapto
KOMPAS.com/Abba Gabrillin
Politisi PDI-P Masinton Pasaribu, saat ditemui di Kantor DPP Nasdem, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2015). 

WARTA KOTA, PALMERAH— Dita Aditia, staf ahli Masinton Pasaribu yang merupakan anggota DPR RI Komisi III, mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK Jakarta yang berada di Jalan Raya Tengah, Kramatjati, Jakarta Timur, Senim (1/2).

Kedatangannya tersebut untuk mengadukan dugaan penganiayaan yang dilakukan Masinton Pasaribu terhadap dirinya.

Pantauan di lokasi, Dita yang mengenakan baju berwarna hijau dengan rok bermotif batik itu datang ke LBH APIK sekira pukul 11.10 WIB dengan didampingi seorang pria yang memakai kemeja putih.

Saat disapa awak media perihal kabarnya hari ini, Dita memilih tidak banyak berbicara.

Ia hanya menjawab singkat sapaan wartawan perihal kabar terbarunya. "Iyaa" kata Dita singkat.

Dita kemudian diterima Nursyahbani Katjasungkana, pendiri LBH APIK yang langsung masuk ke dalam sebuah ruangan.

Hingga berita ini ditulis, pertemuan antara Dita dengan pihak perwakilan LBH APIK sedang berlangsung dalam keadaan tertutup.

dita
Dita diduga dipukuli anggota DPR lapor ke LBH APIK

Sekadar informasi, Dita diduga menjadi korban penganiayaan oleh Masinton Pasaribu di dalam mobil saat perjalanan dari Cikini, Jakarta Pusat, menuju Cawang, Jakarta Timur, Kamis (21/1) lalu.

Akibat penganiayaan itu, Dita mengalami luka pada bagian mata sebelah kiri.

Dita kemudian mendatangi Polsek Jatinegara, Jumat (22/1) pukul 00.30 WIB untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun polisi menganjurkan agar Dita melakukan visum et repertum terlebih dahulu di RSUD Budi Asih dan diminta beristirahat sebelum dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) keesokan harinya.

Namun demikian, Dita tidak datang ke Polsek Jatinegara dan memilih melaporkan Masinton ke Bareskrim Polri, pada Sabtu (30/1) kemarin setelah sempat dirawat di RS Mata Aini selama tiga hari.

Laporan tersebut tertuang dalam tanda bukti lapor nomor TBL/73/1/2016/Bareskrim dengan laporan polisi nomor: LP/106/1/2016/Bareskrim tertanggal 30 Januari 2016.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved