Breaking News:

Booming Property Diperkirakan Terjadi 2018

Panangian Simanungkalit mempridiksi booming properti di Indonesia akan terjadi pada 2018 mendatang.

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Shutterstock
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEKASI - Pakar dan pengamat properti, Panangian Simanungkalit mempridiksi booming properti di Indonesia akan terjadi pada 2018 mendatang.

Properti masih dinilai sebagai investasi paling menguntungkan dibandingkan jenis investasi lainnya seperti deposito, reksadana, maupun saham.

Menurut Panangian, bisnis properti memiliki resiko paling rendah dibanding deposito, reksadana, maupun saham dilihat dari faktor resiko bisnis, interest, inflasi, maupun likuiditas.

Harusnya, kata dia, bisnis properti sudah mulai naik pada 2015, atau sekitar 1,5 tahun sejak selesainya pileg-pilpres.

Namun karena faktor lain seperti penurunan harga minyak dan devaluasi Yuan, sektor properti masih melemah. Kenaikan bisnis properti itu diperkirakan akan mulai terjadi pada 2016 ini.

“Mengapa properti masih nomer satu? Karena tidak ada yang lebih baik,” tuturnya saat talkshow di sela groundbreaking Apartemen Wismaya Residence di Jalan M Hasibuan, Kota Bekasi, Minggu (31/1).

Selama ekonomi terus tumbuh dan jumlah masyarakat terus bertambah, kata Panangian, maka bisnis properti juga masih akan terus tumbuh.

“Sekarang ini waktunya untuk membeli, perkiraan saya booming properti akan terjadi pada 2018 nanti,” imbuhnya.

Panangian menjelaskan, saat ini suku bunga acuan BI rate masih paling tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean akan membuat pemerintah mau tak mau menurunkan tingkat suku bungan acuan itu sehingga merendahnya suku bunga itu akan membuat prospek bisnis property akan lebih besar.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved