Citizen Journalism

Kepemimpinan Megawati Soekarnoputri

PDIP dibawah kepemimpinan Megawati relatif solid dibandingkan partai-partai lain, seperti Golkar dan PPP.

Kompas.com
Presiden RI kelima sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. 

WARTA KOTA, PALMERAH - KETUA Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Dyah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri pada Sabtu, 23 Januari 2016 genap berusia 69 tahun.

Ia merupakan perempuan Indonesia pertama yang menjadi presiden di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Megawati adalah tokoh politik kawakan. Tempaan politik selama lima tahun pertama kepemimpinannya di PDI (1993-1998) menjadikan dirinya sangat matang dalam mempimpin PDIP selanjutnya.

Pada 1999, PDIP menjadi ikon “partai heroik” tempat harapan baru pasca Orde Baru disandarkan.

PDIP dibawah kepemimpinan Megawati relatif solid dibandingkan partai-partai lain, seperti Golkar dan PPP.

Memimpin PDIP yang berideologi Pancasila Soekarnois nasionalistik tidak mudah. Apalagi, partai ini adalah hasil fusi paksa lima partai, yakni Partai Nasional Indonesia, Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia, Partai Musyawarah Rakyat Banyak, Partai Kristen Indonesia, dan Partai Katolik.

Posisi PDIP sebagai partai besar juga tak tergoyahkan. Dua kali menjadi partai penguasa di Tanah Air: Megawati menjadi presiden 2001-2004 dan Joko Widodo 2014-2019. PDIP selalu mampu melakukan kontestasi politik dalam kondisi prima.

Megawati adalah ikon utama politik keluarga Soekarno. Di ranah ini formasi pendukung tradisional yang nyaris bersifat tertutup telah terbentuk. Ia mampu menjadi faktor penguat integrasi internal organisasi.

Selama 10 tahun (2004-2014) PDIP melakukan “puasa politik” dengan menjadi partai penyeimbang di luar kabinet. PDIP selama satu dekade berada di luar pemerintahan, dipandang lebih konsisten.

Ia mampu menghadirkan sosok-sosok fenomenal di ranah politik lokal dan melontarkan Joko Widodo sang Wali Kota Solo sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga menjadi Presiden RI.

Halaman
123
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved