Breaking News:

Kasudin KUKMP Jakpus Akan Polisikan Oknum Penadah Pungli

Temuan atas dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh PT International Bussines Company (IBC) kepada para pedagang sangat disesalkan.

gobekasi.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Temuan atas dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh PT International Bussines Company (IBC) kepada para pedagang sangat disesalkan Kasudin Koperasi Usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKMP) Jakarta Pusat, Bangun Richard. Dirinya pun mengancam akan mempolisikan penadah pungli apabila terbukti benar dilakukan.

PT International Bussines Company adalah pengelola kawasan relokasi Blok B I milik Pengelola Pusat Kawasan Kemayoran (PPKK) atau dikenal bernama Gang Laler.

Tindakan keras tersebut ditegaskannya, tidak dapat dibenarkan, walaupun pungutan sekecil apapun. Karena biaya retribusi lanjutnya, baru akan dibebankan pihaknya saat seluruh sarana dan prasarana relokasi sudah terbangun serta dapat dimanfaatkan oleh seluruh pedagang.

"Biaya retribusi bulanan pedagang dilakukan lewat autodebet, bukan diawal, sekarang mereka masih digratiskan. Jika infrastruktur lahan relokasi selesai berjalan, baru mereka dibukakan rekening Bank DKI untuk pembayaran retribusi," ungkap Bangun Richard.

Mengenai besaran retribusi yang dibebankan pedagang mencapai Rp 140.000 per bulan, di antaranya biaya sewa lapak sebesar Rp 3.000 per hari ditambah dengan biaya perawatan sarana dan prasarana sebesar Rp 50.000 per bulan.

Namun, perhitungan tersebut belum tetap, karena pihaknya masih akan membahas besaran retribusi dengan tetap mengacu pada Perda Retribusi Pemerintah Kota Jakarta Pusat.

Terkait adanya laporan praktek pungli, Bangun Richard secara langsung akan menelusuri kebenaran informasi tersebut. Dirinya pun mengancam akan melaporkan peristiwa tersebut lantaran praktek pungli disebutkannya termasuk dalam tindak pidana penipuan.

"(Oknum) bisa kita polisikan. Sejak awal, penertiban PKL di Kemayoran kita terus berkoordinasi dengan petugas kepolisian. Begitu juga saat relokasi. Kalau sudah ada pungli, ini kan masuk ke penipuan," ujar Bangun Richard tegas.

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved