Breaking News:

Kopi Beracun

Sama-sama Diracun, Mengungkap Pembunuhan Mirna tidak Sesulit Pengungkapan Kasus Munir

Pembunuhan dilakukan secara diam-diam dan tanpa meninggalkan jejak yang berarti.

Indiatvnews
Racun mematikan sianida yang digunakan untuk membunuh Mirna. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Tahun 2004, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir dibunuh dengan menggunakan arsenik di pesawat Garuda Indonesia, Jakarta-Amsterdam, yang transit di Bandara Changi.

Kasus pembunuhan Munir diduga terjadi di pesawat dengan mirip dengan cara kerja intelijen, yang dengan cepat menghapus jejak mereka.

Pembunuhan yang dilakukan secara diam-diam itu dan tanpa meninggalkan jejak yang berarti telah mengakibatkan kasus itu sulit diungkap oleh penegak hukum.

Kasus Munir sendiri baru diumumkan sebagai kasus pembunuhan yang berencana setelah dua bulan kemudian, awalnya, September 2004, Munir disebutkan sakit dan meninggal dunia di pesawat, tapi berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian Belanda dan autopsi, diketahui kemudian, korban telah tewas karena diracun dengan menggunakan arsenik yang sangat mematikan dengan reaksi sekitar tiga jam setelah korban menelan racun tersebut.

Kasus Munir masih belum terungkap sampai saat ini, dan diduga terkait dengan sebuah operasi intelijen yang sangat sadis dan mematikan.

Kasus dengan modus nyaris serupa, kali ini, dialami oleh Wayan Mirna Salihin (27), yang tewas setelah menenggak kopi beracun, es kopi Vietnam, yang disuguhkan di Olivier Cafe di Grand Indonesia.

Ternyata, menurut Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak, efek yang ditimbulkan oleh sianida dan arsenik, meski sama-sama mematikan, tapi efek sianida lebih cepat dan mengakibatkan korban lebih cepat tidak tertolong.

Munir sempat mengalami sakit perut dan sakit luar biasa, selama berada di dalam pesawat, tapi korban tidak bisa tertolong karena pesawat itu sedang berada di udara, sehingga meski korban menderita sakit luar biasa selama sekitar tiga jam, korban tidak bisa tertolong lagi nyawanya.

Sedangkan sianida dengan dosis sangat mematikan, sehingga dicampur di es kopi, akan membunuh korban dalam hitungan puluhan detik sampai beberapa menit saja.

Musyafak mengatakan, sebenarnya sianida dan arsenik sama-sama berbahaya.

"Dua-duanya bahaya baik sianida maupun arsenik," katanya di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Musyafak, selalu ada prosedur untuk melindungi tamu-tamu penting atau Very Very Important Person (VVIP) seperti Presiden dan jajarannya.

"Makanan yang dihidangkan di VVIP pasti kami periksa," kata Musyafak.

Polisi sejauh ini telah menetapkan kasus Mirna merupakan kasus pembunuhan seperti halnya pembunuhan Munir, yang diracun dengan menggunakan arsenicum, sedangkan Mirna tewas dengan racun sianida.

Efek sianida memang sangat mematikan karena menghirup saja, manusia bisa keracunan, apalagi sampai masuk ke dalam tubuh.

Meski korban tidak meminum habis kopi itu karena sudah dicampur sianida dalam dosis tinggi, reaksinya sangat cepat.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved