Senin, 11 Mei 2026

Liga Indonesia

Iwan Setiawan: Hentikan Intervensi Pemerintah

Mantan pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan berharap intervensi pemerintah (Menpora) terhadap sepakbola nasional segera dihentikan.

Tayang:
Penulis: Sigit Nugroho |

WARTA KOTA, PALMERAH - Mantan pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan berharap intervensi pemerintah (Menpora) terhadap sepakbola nasional segera dihentikan.

Pasalnya kevakuman kompetisi resmi di Indonesia sudah berjalan cukup lama.

Bahkan tahun 2016, pemerintah belum menunjukan diri untuk mendukung digelarnya kompetisi resmi. Dengan mencabut SK pembekuan terhadap PSSI.

" Belum lama ini, Menpora justru mengatakan bakal menggelar banyak turnamen. Itu artinya belum ada informasi akan digelarnya kompetisi. Oleh karena itu, saya berharap sebaiknya pemerintah segera mengakhiri intervensi," kata Iwan kepada Super Ball, Senin (18/1).

Dengan terhentinya intervensi dari pemerintah, ujar Iwan, maka SK pembekuan dicabut dan perseteruan dengan PSSI berakhir.

Lalu pemerintah mengeluarkan izin kompetisi yang akan diselenggarakan PT Liga Indonesia.

"Dengan begitu, sanksi FIFA pun dicabut, sehingga jenjang prestasi tim peserta kompetisi bisa ke tingkat AFC Cup. Ini yang diinginkan seluruh klub dibanding terus menerus menggelar turnamen yang tidak ada jaminan jenjang prestasi ke manca negara," ujar Iwan.

Soal anggapan buruknya kinerja PSSI, menurut Iwan bisa dibenahi sambil berjalan.

"Kalau pemerintah menunjukan itikad baik untuk membenahi sepakbola nasional, tentunya PSSI tidak berani macam-macam. Jika PSSI masih belum berubah, maka anggota PSSI dan seluruh klub bisa menuntut untuk membenahi kinerja federasi. Kalau pemerintah sudah menunjukan kinerja baik, maka masyarakat pun akan meminta PSSI bekerja lebih baik lagi," tutur Iwan.

Jika PSSI masih tidak memperbaiki diri, masyarakat, anggota PSSI, dan seluruh klub akan menuntut perbaikan dengan jalan apapun termasuk dengan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Sehingga kepengurusan PSSI bisa diisi oleh orang-orang baru.

"Kalau digelar KLB, tentunya pemerintah bisa menunjuk orang untuk menjadi pengurus PSSI. Masyarakat pasti mendukungnya. Cara itu akan lebih baik di mata masyarakat dibanding tetap membekukan PSSI dan terus menggelar turnamen yang justru membuat prestasi sepakbola kita jadi mandek seperti sekarang," jelas Iwan.

Iwan pun mendukung langkah PT Liga Indonesia yang berencana akan menggelar kompetisi.

Meski belum bisa dipastikan apakah kompetisi itu bisa digelar atau tidak, karena pemerintah belum mengeluarkan izin.

Itu pula yang membuat Iwan enggan melatih klub di Piala Gubernur Kaltim atau turnamen lain.

"Kalau terus-terusan turnamen, bagaimana kita bisa melangkah ke depan. Sebagai pelatih, tentunya saya memang membutuhkan tim untuk dilatih. Namun, jika bisa melatih di sebuah tim dalam kompetisi resmi, itu lebih berarti. Saya dan pemain akan lebih merasa tertantang untuk mencapai gelar juara. Saya dan pemain pasti akan bekerja keras untuk mencapai kompetisi mancanegara, seperti AFC Cup," terang Iwan.

Hingga saat ini, Iwan memang belum mendapat pinangan dari tim yang rencananya akan ikut dalam turnamen Piala Gubernur Kaltim.

"Saya berharap pemerintah, khususnya Pak Presiden, Jokowi bisa mengeluarkan kebijakan yang memihak kepada kepentingan sepakbola nasional. Kalau ini dibiarkan, maka sulit rasanya sepakbola kita menjadi lebih baik di masa depan," papar Iwan yang sebelumnya juga menjadi pelatih Pusamania Borneo FC itu. (get)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved