Bom Sarinah

Wanita Berjilbab Hitam Keluar dari Posko Ante Mortem RS Polri

Wanita tersebut merupakan salah satu dari keluarga korban ledakan bom aksi terorisme di Kawasan Sarinah Thamrin yang terjadi pada Kamis (14/1).

Wanita Berjilbab Hitam Keluar dari Posko Ante Mortem RS Polri
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti saat menjenguk korban bom Sarinah di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (15/1). 

WARTA KOTA, KRAMATJATI - Seorang wanita berjilbab hitam ditemani dua orang pria keluar dari Posko Ante Mortem Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (16/1).

Diketahui, wanita tersebut merupakan salah satu dari keluarga korban ledakan bom aksi terorisme di Kawasan Sarinah Thamrin yang terjadi pada Kamis (14/1).

Terpantau wanita berjilbab hitam keluar dari Posko Ante Mortem RS Polri Kramat Jati sekisar Pukul 10.00 WIB.

Wanita yang ditemani dua pria tersebut nampak terburu-buru keluar menuju mobil Toyota Avanza hitam bernopol Tegal, Jawa Tengah, yakni G9008LP.

Wanita dan dua pria enggan diwawancara saat dihampiri awak media.

Wanita tersebut saat masuk ke dalam mobil pun menutup-nutupi wajahnya.

Saat diwawancarai salah seorang petugas RS Polri yang enggan menyebutkan namanya tersebut, diketahui wanita tersebut berasal dari Kawasan Tegal.

Tujuan wanita tersebut menyambangi RS Polri untuk melakukan tes DNA.

"Ada keluarga yang mengaku datang dari Tegal untuk mencocokan DNA, itu pun belum tentu cocok atau tidak," ujar seorang petugas di ruang Instalasi Kedoktetan Forensik.

Pria ini pun menambahkan, dini hari tadi sekisar pukul 02.00 WIB, ada seorang anggota kepolisian dari Polres Tegal juga datang untuk mencocokan DNA dari salah satu di duga pelaku.

"Tapi belum dicocokan karena tidak ada pimpinan. Mungkin datang karena ada keluarga yang hilang, atau memang bisa juga karena lihat ada kemiripan dari foto yang beredar," jelasnya.

Diketahui sebelumnya, tujuh korban tewas dalam insiden tragis tersebut, masih berada di ruang jenazah RS Polri.

Lima diantaranya diduga sebagai pelaku aksi teror. Tak hanya itu, sebanyak enam dari tujuh jenazah, pada Kamis (14/01) lalu juga berhasil diidentifikasi oleh pihak RS Polri, namun jenasah lainnya masih harus data-data yang diperlukan untuk proses identifikasi. (BAS)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved