Bom Sarinah

Waduh, Basis ISIS 2016 Ada di Filipina dan Indonesia

Ppakar terorisme menyatakan, ISIS kemungkinan membuat setidaknya satu cabang di Asia Tenggara tahun ini yang berlokasi di Filipina atau Indonesia

Waduh, Basis ISIS 2016 Ada di Filipina dan Indonesia
youtube.com
Suasana Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, depan Sarinah, usai ledakan, Kamis (14/1). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Organisasi Islamic State Iraq and Syria (ISIS) diperkirakan sedang mencari setidaknya satu pijakan di Asia pada 2016.

Menurut pakar terorisme, Selasa, seperti dilansir The Diplomat, Filipina dan Indonesia menjadi target negara yang paling mungkin menjadi target basis ISIS.

Asia Tenggara muncul sebagai pusat rekrutmen kunci untuk ISIS, dengan lebih dari 500 warga Indonesia dan puluhan warga Malaysia bergabung dengan grup dan unit mereka sendiri, Katibah Nusantara (Malay Archipelago Combat Unit).

Awal pekan ini, muncul laporan bahwa dua pembom bunuh diri Malaysia dari unit yang telah meledakkan diri mereka di Suriah dan Irak dua minggu lalu, menawaskan lebih dari 30 orang.

Namun, para pemimpin dan pakar juga telah memperingatkan bahwa ISIS membangun pijakan teritorial atau kehadiran di Asia Tenggara.

Pada Shangri-La Dialogue tahun lalu, Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, memperingatkan, ISIS mungkin membangun basis di suatu tempat di wilayah tersebut.

Pada Selasa, dalam kolom opini Straits Times, pakar terorisme, Rohan Gunaratna, menyatakan, ISIS kemungkinan membuat setidaknya satu cabang di Asia Tenggara tahun ini yang diperkirakan kemungkinan besar berlokasi di Filipina atau Indonesia.

"ISIS diperkirakan akan mengumumkan setidaknya satu daerah di Asia pada 2016," tulis Gunaratna, profesor di S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, dalam koran berbasis Singapura.

"Sebuah basis ISIS akan menimbulkan implikasi yang luas bagi stabilitas dan kemakmuran Asia," tambah dia.

Kandidat utama untuk cabang ISIS, Gunartna berpendapat, adalah Filipina. Tidak mengejutkan, sebelumnya negara tersebut telah menjadi tempat pelatihan bagi teroris, termasul Al-Qaeda yang disebut cabang Asia Tenggara Jemaah Islamiyah.

Halaman
12
Editor: Andy Pribadi
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved