Bom Sarinah

Dua Korban Bom Sarinah di RSPAD adalah Polisi yang Terluka Melawan Teroris

Kedua polisi tersebut adalah Aiptu Budiono (43) dari Polres Jakarta Pusat dan Aipu Dodi Maryadi (48)

Dua Korban Bom Sarinah di RSPAD adalah Polisi yang Terluka Melawan Teroris
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah polisi berjuang untuk menumpas teroris yang beraksi di Sarinah, korban sebagian adalah polisi dan rakyat sipil. 

WARTA KOTA, SENEN -- Dua korban bom Sarinah yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkutan Darat (RSPAD) Gatot Subroto adalah petugas polisi.

Berdasarkan data dari pihak RSPAD Gatot Subroto, kedua polisi tersebut adalah Aiptu Budiono (43) dari Polres Jakarta Pusat dan Aipu Dodi Maryadi (48), yang merupakan petugas lalu lintas Jakarta Pusat unit Menteng.

Keduanya menderita luka tembak akibat peristiwa yang terjadi di depan Pusat Perbelanjaan Sarinah di Jalan MH Thamrin, Kamis (14/1/2016) siang.

Adapun Aipu Budiono menderita luka tembak bagian dada dengan kondisi tidak stabil.

Sedangkan Aiptu Dedi, menderita luka tembak, tetapi disebutkan dalam kondisi stabil.

Sementara, keenam korban bom lainnya adalah warga sipil yang terdiri dari lima warga dan dua warga negara asing (WNA).

Berikut adalah daftar korban di RSPAD:
1. Budi Rachmat, laki-laki (35)
2. Anggun Artikasari binti Haryono, perempuan (24)
3. Hairil Islami bin Muhdar, laki-laki (21)
4. Permana bin Asep Yanto, laki-laki (24)
5. Agus Kurnia bin Asudrajat, laki-laki (25)

Sementara korban WNA:
1. Morad Al Muneri alias Slamet, laki-laki (44)
2. Yohanes Antonius Maria, laki-laki (48).

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia Kebudayaan (PMK) Puan Maharani bersama dengan Menteri Kesehatan Nila Moeloek serta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjenguk kesembilan korban bom yang dirawat di RSPAD.

"Tiga orang dalam konsisi dioperasi karena memang cukup parah atau (menderita luka) dalam. Kami tidak bisa melihat tiga korban itu. Semoga bisa segera teratasi," kata Puan kepada wartawan.

Puan bercerita, di antara korban-korban tersebut ada yang sebelumnya datang sendiri ke RSPAD dan ada pula merupakan rujukan dari Puskesmas Tanah Abang.

"Tadi ada yang datang sendiri dengan ojek, ada yang dengan taksi, kemudian ada yang empat orang datang ke Puskesmas Tanahabang tapi kemudian dirawat dan dirujuk ke sini," jelasnya.

Puan menyebut, seluruh korban mendapatkan perawatan dan penanganan maksimal.

"Ketika kami tanyakan bagaimana, mereka merasa bahwa sudah diatasi diobati dirawat dengan baik," jelasnya.

Mengenai biaya perawatan, Puan menyebutkan pemerintah akan menanggung semua biayanya.

"Tentu saja pemerintah hadir. Pemerintah akan bertanggung jawab kepada korban yang dirawat di sini baik yang dioperasi maupun yang dalam proses perawatan hingga sembuh hingga pulang ke rumah masing," katanya. (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved