Penyulingan Air di Bidara Cina Ditambah

Kodam Jaya dan Pertamina menambah tangki penyulingan air siap minum dari Kali Ciliwung bagi warga Bidara Cina, Jatinegara.

Penyulingan Air di Bidara Cina Ditambah
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Kodam Jaya dan Pertamina menambah tangki penyulingan air siap minum dari Kali Ciliwung bagi warga Bidara Cina, Jatinegara. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Kodam Jaya bersama Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina menambah tangki penyulingan air siap minum dari Kali Ciliwung bagi warga Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (12/1).

Sebelumnya di tempat tersebut sudah ada empat keran air penyulingan yang berada di RW 02.

Komandan Kodim 0505 Jakarta Timur Letkol Bagus Tri Wibowo mengatakan penambahan penyulingan air tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat. Diharapkan warga tidak perlu repot lagi memasak air sehingga bisa langsung dikonsumsi dari keran yang tersedia.

"Kita mendirikan penyulingan air ini untuk membantu masyarakat kehidupan sehari-hari agar bisa irit. Kalau sebulan isi galon bisa Rp 300 ribu, dengan adanya air bersih ini bisa nol pengeluaran," ujar Bagus, Selasa (12/1).

Selain itu diharapkan dengan apa yang sudah dilakukan, warga sekitar menjadi lebih peduli akan kebersihan sungai. Jika selama ini warga gemar membuang sampah di sungai, maka dengan adanya tangki penyulingan air mereka bisa berpikir dua kali untuk membuang sampah.

"Dari sungai kita ingin berikan pembelajaran jika ingin buang sampah, padahal sungai jadi sumber kehidupan mereka. Rencananya nanti akan dibuat di beberapa titik, bukan di sini saja," tuturnya.

Vice President CSR Pertamina Kuswandi mengatakan kegiatan ini merupakan program pertama Pertamina terkait air bersih. Selanjutnya pihaknya akan melakukan evaluasi untuk melakukan program serupa di lokasi lainnya. "Kita ingin membantu masyarakat agar sadar supaya tidak membuang sampah di kali supaya air kalinya bisa mereka konsumsi," kataya.

Camat Jatinegara Budi Setiawan mengaku pihaknya terbantu dengan adanya hal tersebut. Hanya saja perawatan alat penyulingan tersebut menjadi kendala tersendiri bagi warga. "Pengadaan air minum ini gratis tapi perlu dirawat karena penyulingan harus diganti setiap beberapa bulan sekali. Nah ini perlu biaya dan nanti kita akan koordinasi dengan RW dan lurah," katanya.

Warga RW 02 Bidara Cina, Tinah (45) mengatakan sebagian warga sempat ragu mengonsumsi air dari Kali Ciliwung tersebut. Namun saat ini, warga sudah mau menggunakannya. "Mayoritas yang di pinggir kali pakai air tanah, jadi bisa dihitung yang pakai PAM. Makanya kalau ada ini jadi terbantu," ucapnya.

Tangki penyulingan air tersebut dapat memproduksi air bersih sekitar 4-5 liter per menit dengan daya tampung mencapai 1.500 liter. Cara penyulingannya yakni air akan melalui tahap filtrase yang terdiri dari karbon aktif untuk kemudian disaring melalui membran ultra filtrase dan diolah dengan proses reserve osmosis.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved