Pegawai SPBU Ini Gelapkan Uang Setoran Ratusan juta untuk Belanja

Seorang perempuan yang bekerja di bagian keuangan di SPBU Jatimulya, Tambun Selatan, Bekasi nekat menggelapkan uang setoran penjualan BBM ratusan juta

Pegawai SPBU Ini Gelapkan Uang Setoran Ratusan juta untuk Belanja
Kompas.com
ILUSTRASI - Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, beberapa waktu lalu. 

WARTA KOTA, BEKASI - Seorang perempuan yang bekerja di bagian keuangan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Pondok Timur, Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi nekat menggelapkan uang setoran penjualan BBM hingga ratusan juta rupiah.

Alhasil, pelaku bernama Indah Purnama Sari (24) digelandang petugas ke Polsek Tambun untuk diinterogasi.

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Bekasi, Inspektur Satu Makmur mengatakan, kasus ini terungkap saat petugas mendapat laporan adanya dugaan penggelapan uang dari pemilik SPBU, Dwi Ayu Indriani (31) Senin (11/1/2016) malam lalu.

Saat itu, pelapor menyebut adanya selisih uang sebesar Rp 106.384.594.

"Korban baru menyadari ada selisih saat mengaudit keuangan akhir Desember lalu. Setelah ditelusuri, rupanya ada dugaan penggelapan uang yang dilakukan anak buahnya," kata Makmur, Selasa (12/1/2016).

Berbekal laporan itu, penyidik kemudian memeriksa Indah yang bertugas di bagian keuangan.

Awalnya, Indah mengklaim, selama ini uang tersebut telah disetorkan ke rekening bank perusahaan.

Tapi pas dicek, nominal uang yang diakuinya itu tak diterima oleh bank tersebut.

"Akhirnya dia mengaku, telah melakukan penggelapan uang milik bosnya," jelas Makmur.

Makmur mengatakan, modus pelaku cukup sederhana. Indah yang bertugas menyetor uang hasil penjualan BBM malah menyalahkan wewenangnya.

Diam-diam dia mengambil sejumlah uang yang seharusnya disetorkan ke rekening perusahaan.

Untuk mengelabui pemilik perusahaan, Indah tidak mengambil seluruh uang setoran, tapi hanya beberapa bagian.

Rupanya, aksi Indah ketahuan saat Dwi mengaudit keuangan di perusahaan tersebut.

"Uangnya tidak disetorkan, tapi dipakai pelaku untuk berbelanja atau biaya hidupnya," katanya.

Akibat perbuatannya, Indah dijerat Pasal 374 KUHP tentang penggelapan barang milik seseorang dengan hukuman penjara di atas lima tahun.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved