Minggu, 26 April 2026

Komandan Paspampres Bantah Ada Penganiayaan oleh Anak Buahnya

Danpaspampres membantah terjadinya penganiayaan oleh anak buahnya.

Penulis: Mohamad Yusuf |
Warta Kota
ILUSTRASI 
WARTA KOTA, BALAI KOTA -- Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres), Mayjen TNI Andika Perkasa, membantah bahwa anggotanya melakukan pemukulan terhadap Camat Tanahabang, Hidayatulloh dan anggota Satpol PP Tanah Abang, Mail Kurniawan dipukul Senin (11/1/2016) sekira pukul 23.45.
Pemukulan diduga dilakukan oleh Serda To yang diketahui bernama Tomy Pinastika (TP) dan Serda Tu yang kini diketahui bernama Teuku Muhamad Afrizal (TMA). Akibatnya Hidayatulloh mengalami memar di kaki kanan karena ditendang dan Mail mengalami memar di dahi.
"Tidak benar anggota Paspampres memukul Camat Tanah Abang, Hidayatuloh, tadi malam (11 Jan 2016) sekitar jam 23.30.  Tetapi benar Serda Tomy Pinastika (TP) memukul anggota Satpol PP di kantor Camat Tanah Abang sebagai balasan karena Serda TP dipukul terlebih dulu di kepala bagian belakang-nya oleh Oknum Satpol PP tersebut.
Kejadian berlangsung sekitar jam 00.30 WIB (12 Jan 2016)," kata Andika dalam press rilis yang diterima wartawan, Selasa (12/1/2016). 
Lalu, lanjut Andika, sebenarnya orang yang menendang kardus minuman mineral di depan kaki Camat dan kemudian berusaha mencekik, adalah salah satu pedagang yang gerobaknya disita oleh si Camat tersebut, sekira satu jam sebelumnya. Namun, bukan dilakukan Serda TP.
"Keberadaan Serda TP dan Serda Teuku Muhamad Afrizal (TMA) di kantor Camat Tanah Abang adalah sebagai buntut dari 'tidak terima-nya' Serda TMA dilecehkan dengan kata-kata kasar pada saat pembersihan gerobak kaki lima liar oleh Camat Tanah Abang dan Satpol PP di depan Plaza Indonesia sekitar jam 22.30 tadi malam (11 Januari 2016)," jelasnya.
Saat itu, lanjut Andika, Serda TMA (sendirian tanpa teman) sedang makan nasi goreng di salah satu gerobak kaki lima di depan Plaza Indonesia.
Namun tiba-tiba Satpol PP langsung mengambil gerobak kaki lima tersebut.
Termasuk kursi yang sedang diduduki Serda TMA dan sekitar 4 orang pembeli lain-nya (tidak saling kenal).
"Karena Serda TMA meminta sedikit waktu tambahan untuk menyelesaikan makan-nya, Camat Tanah Abang yang memimpin operasi pembersihan bersikeras menolak dan mengeluarkan kata-kata kasar," katanya. 
Kemudian, lanjut Andika, Serda TMA kemudian pergi. Lalu, pada pukul 23.30 Serda TMA dan Serda TP datang ke kantor Camat Tanah Abang dengan maksud menyampaikan ketidak-terimaan-nya atas kata-kata kasar Camat Tanah Abang.
"Saat tiba di kantor Camat TA, Camat dan Satpol PP sedang duduk-duduk di teras depan, sementara sekitar 10 gerobak dan pedagang hasil operasi pembersihan sudah berada di halaman kantor Camat TA juga," katanya.
Serda TMA, kemudian menanyakan sekali lagi kepada Camat mengapa berkata kasar kepada Serda TMA. 
Sekalipun Camat TA merespon dengan agak emosi, Serda TMA sama sekali tidak menunjukan emosi.
"Tapi, tiba-tiba salah satu pedagang yang gerobaknya disita tadi menendang kardus minuman mineral di depan kaki Camat dan kemudian berusaha mencekik Camat TA," katanya.
Lalu, Serda TP yang saat itu sebenar-nya berjarak sekitar tujuh meter dari Camat justru berusaha menghentikan pedagang tersebut mencekik Camat TA lebih lama.
Namun, ketika Serda TP sudah berhasil memisahkan pedagang tersebut dari Camat TA dan berjalan untuk ke luar pagar, tiba-tiba Serda TP dihadang oleh Satpol PP yang meminta-nya untuk masuk lagi ke kantor Camat.
"Saat Serda TP berjalan kembali ke kantor Camat, tiba-tiba yang bersangkutan dipukul di kepala belakang oleh salah seorang Oknum Satpol PP dari belakang, sementara anggota Satpol PP yang lain juga berusaha mengepung dan mengeroyok," katanya.
Pada saat itulah Serda TP balas memukul oknum Satpol PP dan mereka yang berusaha memukulinya. 
Karena terdesak, Serda TP akhir-nya mengeluarkan air soft gun yang dibawa dan memukulkan ke salah satu anggota Satpol PP tersebut.
"Sementara itu Serda TP tetap dikeroyok oleh sekitar 20 orang anggota Satpol PP. Tapi Camat TA akhir-nya melerai & memerintahkan anggota Satpol PP untuk tidak lagi memukuli Serda TP dan bahkan mengatakan 'berhenti-berhenti, bukan dia orang yang mukul saya'," katanya.
Akhirnya, Serda TP dibawa kedalam kantor Camat sampai datangnya aparat Koramil, Polsek, Garnisun, dan Pomdam.
"Kepada aparat tersebut Camat TA justru menyatakan bahwa 'bukan dia (Serda TP) pelaku-nya'. Saat ini Serda TP dan Serda TMA masih dimintai keterangan oleh Staf Intel Paspampres. Sejauh pemeriksaan kami, Serda TP balas memukul oknum Satpol PP untuk membela diri, karena yang bersangkutan tidak memukul, menendang, atau mencekik Camat," jelasnya.
Tapi, Paspampres akan tetap memberikan hukuman disiplin kepada Serda TP berkenaan dengan kepemilikan air soft gun.
Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved