Sengketa Lahan

Ahok Akui Tak Bisa Lindungi Keluarga Diana yang Terkurung di Rumahnya

Keluarga Diana (47) terkurung di dalam rumahnya sendiri di Jalan Taman Kebon sirih IiI, No 9 RT 09/10, Kampungbali, Tanah Abang, sejak lima hari lalu.

Ahok Akui Tak Bisa Lindungi Keluarga Diana yang Terkurung di Rumahnya
Tribunnews.com/Amriyono Prakoso
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, meyakini ruang publik terpadu ramah anak dapat mengurangi kekerasan seksual terhadap anak. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Keluarga Diana (47) terkurung di dalam rumahnya sendiri di Jalan Taman Kebon sirih IiI, No 9 RT 09/10, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat sejak lima hari lalu.

Rumahnya digembok oleh orang-orang yang mengklaim memiliki hak atas tanah dan rumah tersebut oleh salah satu perusahaan asuransi.

Ia pun sempat mengirimkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, untuk meminta perlindungan atas pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut.

Namun, Ahok sendiri mengaku, tidak bisa melakukan perlindungan kepada keluarga Diana tersebut.

"Kami enggak bisa lindungi, kalau dia salah gimana? Sama kayak kantor Wali Kota Jakarta Barat. Sertifikat punya DKI terus digugat kami kalah. Sudah kalah dibongkar, dibongkar terus bayar sewa sama dia Rp 40 miliar. Bisa enggak kami menolak? Enggak bisa," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (12/1/2016).

Meski demikian, lanjut Ahok, pihaknya akan mencoba memediasi antar-kedua belah pihak terkait.

Walaupun, ia mengakui, jika masalah hukum, pihaknya tidak bisa ikut campur.

"Saya sudah minta Wali Kota cek. Karena kalau kita baca berita ini memang (sudah) incraht (keputusan tetap pengadilan). Kalau persaingan hukum antarorang, kami enggak bisa campur sebenarnya. Sama saja misalnya sekarang, saya kan ribut sama orang Bukit Duri ini. Sudah pindahin ke rusun dia nggak mau pindah dan dia gugat," kata Ahok.

Pihaknya pun harus tetap melakukan pembongkaran. Meskipun hal tersebut menurut Komnas HAM merupakan pelanggaran HAM.

"Ya tetap bongkar. Nah kalau Komnas HAM mengatakan itu melanggar HAM ya tetap dia harus keluar. Misalnya contoh begini, kalau kita kuasai bangunan ini, kita enggak mau ke luar, kita mau diusir ke luar kita dibilang melanggar HAM. Kira-kira yang melanggar HAM siapa? Itu yang masalah," katanya.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved